nasional

Reaktivasi Jalur Kereta di Jawa Barat Butuh Rp15 Triliun  

Rabu, 23 April 2025 | 09:50 WIB
Pemprov Jawa Barat butuh anggaran untuk mereaktivasi sejumlah jalur kereta api sebesar sebesar Rp15 triliun. (X)

NAWACITAPOST.COM - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) memproyeksikan kebutuhan anggaran untuk mereaktivasi sejumlah jalur kereta api yang tersebar di wilayah tersebut, sebesar Rp15 triliun. Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan hasil pembahasan antara Pemprov Jabar, PT Kereta Api Indonesia, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Untuk reaktivasi jalur di Jawa Barat kebutuhan umumnya adalah kurang lebih Rp15 triliun, ini kan baru proyeksi. Tentu harus ada DED,” ujar Herman.

Ia menjelaskan bahwa anggaran ini masih bersifat perkiraan awal dan akan dikaji lebih rinci melalui Detail Engineering Design. Studi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan pasti proyek reaktivasi ini, termasuk perhitungan teknis dan pembiayaan.

Menurut Herman, reaktivasi jalur kereta merupakan langkah strategis yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Jawa Barat. Meski demikian, ia mengakui bahwa proses ini akan menemui tantangan di lapangan, seperti keberadaan bangunan dan pemukiman yang berdiri di atas jalur rel lama.

Citramaja City, tempat hunian modern yang menawarkan kenyamanan, kemudahan, dan keharmonisan hidup. (Istimewa)

“Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian. Kita akan mapping bersama Kemenhub dan PT KAI, dan mencarikan solusi terbaik. Pembangunan ini untuk kepentingan masyarakat, dan akan memperhatikan lingkungan sekitar,” jelasnya.

Beberapa jalur kereta api yang diproyeksikan untuk direaktivasi antara lain rute Cipatat – Padalarang, Banjar – Pangandaran, Bandung – Ciwidey, dan Garut – Cikajang. Namun, Herman menegaskan bahwa penetapan jalur prioritas akan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk dukungan terhadap proyek strategis nasional serta aspek sosial, budaya, kependudukan, dan kelestarian lingkungan.

“Semua aspek akan dipertimbangkan, tapi tetap dikaji dalam DED-nya,” tambahnya.

Studi pendanaan dalam Detail Engineering Design juga akan mencakup identifikasi sumber pembiayaan, baik dari pemerintah pusat melalui Dana Alokasi Khusus maupun skema pendanaan lainnya. Kapasitas fiskal daerah juga menjadi bagian dari pertimbangan yang sedang dihitung oleh Pemprov Jabar bersama pihak terkait.

Baca Juga: Sampaikan Duka Cita, Yasonna Laoly Ungkap Kesan Pribadi Usai Bertemu Paus Fransiskus di Vatikan  

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam pernyataannya menegaskan bahwa jalur Bandung – Pangandaran menjadi fokus awal dari program reaktivasi tersebut. Ia menyebut bahwa jalur tersebut memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pariwisata dan dinilai strategis untuk membuka aksesibilitas antarwilayah.

“Reaktivasi yang paling dekat adalah jalur kereta dari Bandung sampai Pangandaran. Itu yang menjadi prioritas pertama kita,” ucap Dedi.

Ia menambahkan bahwa kereta api adalah moda transportasi yang paling efisien dalam mengangkut penumpang dalam jumlah besar, sekaligus menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan dan mendorong konektivitas antarwilayah. “Ini transportasi massal, mudah untuk memobilisasi orang, dan sangat cocok mendukung pariwisata,” pungkasnya.

Tags

Terkini