NAWACITAPOST.COM - Bupati Nias, Ya’atulo Gulo, menghadiri dan membuka Pelaksanaan Rembuk Stunting Tingkat Kecamatan Gido yang diadakan di Balai Serba Guna Kecamatan Gido pada Rabu, 29 Mei 2024. Kegiatan ini merupakan upaya konkret pemerintah Kabupaten Nias untuk mengatasi masalah stunting yang menjadi perhatian utama bagi masa depan generasi muda di daerah tersebut.
Sekertaris Kecamatan Gido, Wan Krisman Zai, dalam sambutannya menjelaskan tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah bersama publik dalam intervensi stunting dan merumuskan langkah-langkah intervensi gizi spesifik. "Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah adanya Komitmen Bersama yang dituangkan dalam bentuk Rencana Tindak Lanjut dalam penanganan penurunan stunting di Kecamatan Gido," ujar Wan Krisman, dikutip Sabtu (1/6/2024).
Dalam arahannya, Ya’atulo Gulo, menegaskan pentingnya penanganan masalah stunting, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, periode yang krusial bagi pertumbuhan anak. "Stunting adalah masalah masa depan Kabupaten Nias. Bila terjadi kurang gizi sejak dalam janin hingga anak berusia 2 tahun, maka dapat menimbulkan gangguan pertumbuhan fisik dan otak," jelas Bupati Gulo.
Ia mengingatkan bahwa stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik tetapi juga pada kemampuan kognitif anak di masa depan. Bupati Gulo juga menginstruksikan seluruh tenaga medis, bidan desa, dan kader posyandu untuk bekerja sesuai fungsi pelayanan kesehatan dan aktif dalam mensosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi anak.
Baca Juga: Lapas Kelas IIB Siborongborong Kanwil Kumham Sumut Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
"Saya minta agar semua pihak, termasuk kepala desa dan puskesmas, mendata seluruh bayi di desanya masing-masing dan bekerjasama dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting," tambahnya.
Ia berharap semua pihak dapat berperan sebagai agen perubahan yang nyata dalam upaya mengatasi stunting. "Semoga komitmen dan upaya kita bersama untuk mewujudkan masyarakat Nias yang sehat, mandiri, dan sejahtera mendapatkan ridho dari Tuhan yang Maha Kuasa," tutup Bupati Gulo.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, termasuk Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Nias, Camat Gido, unsur Forkopimka Kecamatan Gido, pengurus Tim Penggerak PKK Kecamatan Gido, Kepala UPTD Puskesmas Hiliweto Gido, bidan desa, kepala desa, tokoh masyarakat dan agama, serta kader KB dan Posyandu se-Kecamatan Gido. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh terhadap program ini dan komitmen bersama dalam mengatasi masalah stunting di Kabupaten Nias.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Kabupaten Nias dapat menciptakan generasi baru yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas, serta mampu bersaing di masa depan. Melalui komitmen dan kerjasama yang kuat, masalah stunting dapat ditekan dan diatasi secara efektif.
Artikel Terkait
Menjelajahi 5 Sungai Terpanjang di Nias Pulau Impian
9 Peribahasa Suku Nias Penuh Makna yang Membangkitkan Semangat Jalani Hidup
Deputi Kemenko PMK Bahas Percepatan Pengentasan 4 Daerah Tertinggal di Kepulauan Nias
Museum Pusaka Nias Adalah Karya yang Memperkuat dan Melestarikan Budaya Nusantara
Bank Sumut Luncurkan Program Getapin untuk Mendorong Perekonomian Nias