Rabu, 5 Agustus 2026

BRI Optimalkan Likuiditas untuk Perkuat Kredit Sektor Riil dan UMKM

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:51 WIB
BRI Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara
BRI Dukung Optimalisasi Instrumen Pengelolaan Kas Negara

NAWACITAPOST.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL). Kebijakan tersebut dinilai mampu memperkuat likuiditas perbankan sekaligus meningkatkan fungsi intermediasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, penempatan dana SAL merupakan instrumen strategis yang tidak hanya membantu menjaga stabilitas sistem keuangan, tetapi juga memperkuat kapasitas perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif.

"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan tersebut memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," ujar Hery.

Menurutnya, likuiditas yang terjaga menjadi fondasi penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit secara sehat. Dengan kondisi likuiditas yang memadai, bank memiliki ruang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengesampingkan kualitas aset maupun pengelolaan risiko.

Hery menegaskan, tambahan likuiditas tersebut akan dimanfaatkan BRI untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, terutama kepada sektor riil dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian nasional.

"Fokus kami tetap pada pembiayaan produktif yang mampu menciptakan efek berganda berupa peningkatan aktivitas usaha, pembukaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI terus mengarahkan ekspansi kredit ke berbagai sektor yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional, seperti UMKM, pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya.

Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI telah menyalurkan kredit senilai Rp1.562 triliun. Dari jumlah tersebut, pembiayaan kepada segmen UMKM mencapai Rp1.211 triliun, sehingga tetap menjadi kontributor utama dalam portofolio kredit perseroan.

BRI menilai kolaborasi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah tantangan ekonomi global. Karena itu, perseroan berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan memperkuat stabilitas sistem keuangan sekaligus meningkatkan kapasitas pembiayaan bagi sektor riil.

"BRI meyakini sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Hery.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang untuk memperpanjang masa penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga tahun depan. Pernyataan tersebut disampaikan di Tangerang pada Selasa (4/8), menyusul rencana awal penarikan sebagian dana SAL yang semula dijadwalkan pada akhir 2026.

 

Sumber: Dhanny, Corporate Secretary BRI

Editor: Restu Zebua

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini