Selasa, 7 Juli 2026

9 Peribahasa Suku Nias Penuh Makna yang Membangkitkan Semangat Jalani Hidup

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Kamis, 2 Mei 2024 | 16:04 WIB
Suku Nias di Kepulauan Nias. (X)
Suku Nias di Kepulauan Nias. (X)

NAWACITAPOST.COM - Suku Nias merupakan salah satu suku di Indonesia yang mendiami Kepuluan Nias, Sumatra Utara (Sumut) memiliki keunikan budaya dan tradisi. Selain panorama alam yang memukau, budaya, dan keramahtamahan penduduknya, Suku Nias juga memiliki kearifan lokal yang tercermin dalam peribahasa atau Amaedola mereka.

Peribahasa ini tidak hanya menggambarkan perilaku, adat, atau perkataan seseorang, tetapi juga mengandung makna filosofis yang dalam. Tradisi Amaedola ini merupakan warisan nenek moyang yang turun temurun kepada masyarakat Nias Pulau Impian.

Melalui kata-kata dan kalimat dalam Amaedola, nilai-nilai filosofi dari orang tua diwariskan kepada generasi muda untuk mendekatkan pada pengertian atas suatu perkataan, pekerjaan, perbuatan, dan perilaku seseorang. Amaedola atau Peribahasa Suku Nias biasanya digunakan dalam berbagai acara adat istiadat, pernikahan, acara duka, penyelesaian perselisihan, kegiatan sosial masyarakat, pemerintahan, ataupun agama.

Penasaran dengan peribahasa Suku Nias? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca Juga: Menjelajahi 5 Sungai Terpanjang di Nias Pulau Impian

9 Peribahasa Suku Nias

Berikut adalah peribahasa Suku Nias yang mengandung makna mendalam bagi kehidupan sehari-hari.

1. Alolo nafo na no munganga, ahori go na no mu'a, awai zi lo mondroi zi lo taya ha taromali si sambua

Artinya: Berbuat baik kepada seseorang merupakan mahkota yang agung dalam hidup.

2. Asu mbolokha ba no ifadayadaya gi’onia

Artinya: Orang pandai dan berilmu, tidak mau membanggakan dirinya atau sombong.

3. Boi fake gelemu go'o, hotoi alawa ba hotoi musindo fake gelemu wakhe hotoi alawa ba hotoi ao'ndro

Kalau kita sudah meraih gelar setinggi apa pun tetaplah rendah hati dan santun.

4. Hadia wa mauwu ndraono na tenga'o, ba hadia wa mauwu zatua tenga böwö

Artinya: Hendaknya saling menghargai antara satu sama lain baik anak-anak, yang sebaya maupun orang tua.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini