Jumat, 30 Oktober 2026

Demo Marak di Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Soroti Pergeseran Tuntutan

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:05 WIB
Ratusan mahasiswa melakukan aksi di Bundaran HI dengan memegang banner #indonesiasadar(Foto: MNI/Fifi)
Ratusan mahasiswa melakukan aksi di Bundaran HI dengan memegang banner #indonesiasadar(Foto: MNI/Fifi)

“Tapi demo mengenai apa yang terjadi dengan masyarakat dari kebijakan pemerintah yang tidak memuaskan, yang tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat, yang malah memberatkan ekonomi bagi masyarakat. Dan ini semua saya rasa bukan lagi sebuah kewajaran, tidak wajar dan butuh perhatian ekstra keras dari pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Efriza menyampaikan sejumlah langkah yang perlu dilakukan pemerintah untuk meredam situasi tersebut.

Pertama, pemerintah harus melakukan perombakan di sektor ekonomi. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini cukup memprihatinkan, dengan berbagai persoalan yang terjadi, mulai dari kebakaran hutan hingga penurunan pendapatan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga dihadapkan pada potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan kebutuhan pokok.

“Saya merasa bahwa perubahan di sektor energi, perubahan di sektor ekonomi itu lebih krusial dan lebih harus diselesaikan oleh pemerintah ketimbang pemerintah sekadar fokus kepada kepentingan politik atau perubahan dalam sektor politik atau

perubahan dalam sektor hukum,” ucapnya.

Kedua, lanjut Efriza, pemerintah harus memastikan ketersediaan stok BBM guna mengantisipasi potensi kenaikan harga pada awal 2027.

“Karena Pak Menteri SDM-nya Pak Bahlil sekaligus Menko menyatakan bahwa sampai 2026 akhir tahun ini tidak akan ada kenaikan. Tapi awal tahun belum tentu,” kata Efriza.

Selanjutnya, Efriza menyarankan agar pemerintah lebih serius menangani dampak kebakaran hutan, terutama di tengah musim kemarau. Menurutnya, dampak yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut dapat merugikan masyarakat sehingga perlu diatasi secara serius.

Selain itu, pemerintah perlu menekan harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar dan memastikan ketersediaan bahan pangan, khususnya beras, di pasaran.

“Untuk mencegah dampak itu lebih meluas seperti misalnya pemerintah ya tentu itu harus menurunkan harga kebutuhan pokok, operasi pasar dan tentu pemerintah itu harus mengserius karena kita juga tahu ternyata beras dengan fortifikasi yang ternyata banyak terbongkar kasus-kasus itu menyebabkan banyak kelangkaan beras juga ditempat-tempat retail. Ini harus benar-benar disiapkan apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

 

Reporter: Fifi Abdurahman

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Restu Zebua

Tags

Artikel Terkait

Terkini