Setelah menunggu beberapa waktu, Eko dan Sernius akhirnya berhasil berangkat sehari sebelum pelaksanaan kegiatan.
"Hari itu kami melihat ada sedikit celah terbuka di langit kawasan bandara. Kami bergegas ke sana. Kami melihat ada pesawat yang mendarat dan kami bisa langsung berangkat. Semua berkat pertolongan Tuhan," lanjut Eko.
Bagi Eko dan Sernius, kesempatan untuk terbang di tengah kondisi yang sebelumnya menghambat perjalanan menjadi pengalaman yang memperkuat keyakinan mereka akan pertolongan Tuhan.
Sukacita dan Syukur di Tanah Papua
Kedua kesaksian tersebut didengarkan oleh rombongan DPP PASTI dan para pengurus yang hadir di ruang makan Hotel @Hom. Kisah pergumulan Roberth Maryen serta perjuangan Eko Bahabol dan Sernius Silak mengundang rasa haru, syukur, dan kekaguman atas pertolongan Tuhan yang mereka yakini menyertai setiap proses pelayanan.
Suasana penuh keharuan itu kemudian ditutup dengan nyanyian bersama lagu "Tanah Papua". Lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh penghayatan sebagai ungkapan cinta terhadap Tanah Papua sekaligus rasa syukur atas kesempatan untuk terus melayani dan membangun organisasi di wilayah tersebut.
Bagi mereka, rangkaian perjalanan dari Makassar menuju Jayapura, pergumulan pendanaan, hingga hambatan penerbangan dari wilayah pegunungan bukan sekadar cerita tentang persiapan sebuah kegiatan. Semua itu menjadi kesaksian tentang ketekunan, kebersamaan, pengorbanan, dan iman yang tetap bertahan di tengah berbagai tantangan.
"Sio Tuhan, terima kasih."
Ungkapan sederhana itu menjadi penutup kesaksian yang sarat makna bagi rombongan DPP PASTI dan para pengurus di Tanah Papua. (Istimewa/DUP)
Artikel Terkait
Fitur Parkir Otomatis Mobil Modern Terbentur Realitas Lapangan dan Infrastruktur Lokal Indonesia
Polresta Sidoarjo Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Wujudkan Keselamatan Masyarakat di Jalan Raya
Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal 25,88 Kg Emas di Lima Bandara, Nilainya Rp61,95 Miliar
Bea Cukai Bogor Sita 1,009 Juta Batang Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Rp752,7 Juta