Selasa, 27 Oktober 2026

Tanda-tanda Heran pada Pelantikan DPW Papua dan DPW Papua Pegunungan di Jayapura

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:23 WIB
Ketua Umum PASTI bersama pengurus DPP, Pengurus DPW Papua, DPW Papua Pegunungan
Ketua Umum PASTI bersama pengurus DPP, Pengurus DPW Papua, DPW Papua Pegunungan

"Jika engkau melakukan apa saja di tanah ini, asalkan kau lakukan itu dengan kejujuran dan hati yang tulus, maka engkau akan melihat satu tanda heran ke tanda heran berikutnya."

Tak lama kemudian, telepon Roberth berdering. Seseorang yang, menurut kesaksiannya, diutus Tuhan untuk membawa kabar sukacita menghubunginya.

"Sampaikan kepada semua penyedia keperluan acara ini bahwa kita akan membayar semua fasilitas, jasa, maupun barang sesuai harga yang disepakati," demikian pesan yang diterima Roberth dari seorang hamba Tuhan tersebut.

"Puji Tuhan!" Itulah ungkapan pertama yang keluar dari mulut Roberth Maryen. Ia menundukkan kepala, sementara air matanya menetes tanpa disadari. Rasa haru atas pertolongan Tuhan di tengah situasi yang genting tak mampu dibendungnya.

Satu demi satu kebutuhan kegiatan akhirnya terpenuhi. Biaya hotel terbayar, katering terlunasi, akomodasi tersedia, dan spanduk terpasang. Para panitia serta mahasiswa yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan itu pun dapat menikmati bakso di restoran seberang hotel.

Sukacita memenuhi hati mereka. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian yang sempat membayangi persiapan, kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

"Terima kasih, Tuhan Yesus. Engkau sangat baik!" ungkap Roberth penuh syukur.

Celah Terbuka di Langit Yahukimo

Kesaksian tentang pertolongan Tuhan juga datang dari Ketua DPW PASTI Papua Pegunungan, Eko Bahabol, dan Kepala Biro Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi (OKK), Sernius Silak.

Beberapa minggu sebelumnya, telah disepakati bahwa pelantikan pengurus DPW PASTI Papua Pegunungan akan dilaksanakan di Wamena. Namun, karena pertimbangan keamanan, kegiatan tersebut akhirnya diputuskan berlangsung di Jayapura, bersamaan dengan pelantikan pengurus DPW PASTI Papua.

Dukungan operasional telah dipersiapkan, baik untuk kebutuhan Ketua DPW dan Kepala Biro OKK selama berada di Jayapura maupun untuk membantu pembiayaan pelaksanaan kegiatan. Semangat pengabdian juga telah tumbuh sejak awal pembentukan kepengurusan DPW Papua Pegunungan.

Meskipun wilayah pelayanan mereka berada jauh di kawasan pegunungan, pengurus DPW Papua Pegunungan menunjukkan antusiasme yang besar. Mereka bahkan menjadi pihak pertama yang memesan seragam taktis berwarna ungu, warna kebanggaan PASTI. Hal itu menjadi salah satu bentuk kesiapan mereka untuk berkorban dan mendedikasikan diri bagi perkembangan organisasi di wilayah tersebut.

Namun, keberangkatan Eko Bahabol dan Sernius Silak tidak berjalan sesuai rencana. Keduanya semula dijadwalkan berangkat pada Senin atau Selasa, 19–20 Oktober 2026. Tiket pesawat bahkan telah dibeli satu minggu sebelum pelaksanaan kegiatan.

Sayangnya, kondisi cuaca menghambat perjalanan mereka. Pesawat tidak dapat mendarat di wilayah Yahukimo karena bandara tertutup kabut tebal. Akibatnya, para penumpang yang telah membeli tiket menumpuk dan harus mengantre untuk mendapatkan kesempatan terbang.

"Pesawat tidak bisa mendarat di Yahukimo karena bandara tertutup kabut asap tebal. Penumpang yang sudah membeli tiket beberapa hari sebelumnya jadi menumpuk. Mereka harus mengantre untuk bisa berangkat. Kami sudah pasrah dan tidak bisa memastikan kepada panitia apakah kami bisa tiba di Jayapura saat pelantikan," tutur Eko Bahabol.

Kabut tebal di atas bandara Yahukimo sebelum keberangkatan pengurus DPW Papua Pegunungan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Halaman:

Editor: Restu Zebua

Tags

Artikel Terkait

Terkini