Kamis, 10 September 2026

Kementerian UMKM Akan Turun ke Nias Barat, Petakan Usaha Unggulan dan UMKM Lokal Siap Naik Kelas

Photo Author
Yohanes Giawa, Nawacita Post
- Kamis, 10 September 2026 | 12:01 WIB
Suasana audiensi Pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan jajaran Kementerian UMKM RI di Jakarta, Rabu (9/9/2026), membahas pengembangan UMKM.
Suasana audiensi Pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan jajaran Kementerian UMKM RI di Jakarta, Rabu (9/9/2026), membahas pengembangan UMKM.

NAWACITAPOST.COM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI berencana menurunkan tim ke Kabupaten Nias Barat untuk memetakan potensi unggulan, sentra usaha, dan pelaku UMKM yang dinilai paling siap dikembangkan.

Rencana itu menjadi salah satu tindak lanjut audiensi Bupati Nias Barat Eliyunus Waruwu dengan Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza dan jajaran Kementerian UMKM di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Kunjungan lapangan tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi intervensi program yang lebih terarah, mulai dari peningkatan kapasitas produksi, mesin dan peralatan, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, kemitraan, hingga akses pasar.

“Kami ingin programnya konkret. Setelah potensi dipetakan, kita tentukan produk dan UMKM yang paling siap, lalu kita intervensi dari hulu sampai hilir,” kata Eliyunus.

Pemkab Nias Barat membawa agenda “Nias Barat UMKM Naik Kelas” dengan fokus utama pada hilirisasi sumber daya lokal.

Baca Juga: PLTD 10 MW Disiapkan, Nias Barat Pacu Penguatan Listrik hingga ke Desa

Dorongan itu dinilai penting karena struktur ekonomi Nias Barat masih bertumpu pada sektor primer. Pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang sekitar 53,51 persen terhadap PDRB, sementara industri pengolahan baru sekitar 0,24 persen.

Pemkab ingin kondisi tersebut berubah. Komoditas lokal tidak lagi hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah yang mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Enam klaster yang diprioritaskan meliputi kelapa dan turunannya, perikanan dan kelautan, pangan lokal dan kuliner, pariwisata dan ekonomi kreatif, produk kreatif berbasis budaya, serta material lokal kreatif.

“Bahan bakunya sudah ada. Yang harus kita bangun adalah kemampuan mengolah, kualitas produk, merek, sertifikasi, pembiayaan dan akses pasar. Nilai tambahnya harus sebanyak mungkin tinggal di Nias Barat,” ujar Eliyunus.

Dalam pertemuan itu, Kementerian UMKM juga memaparkan data UMKM Nias Barat. Berdasarkan Basis Data Tunggal UMKM per 31 Desember 2025, terdapat 1.799 unit usaha, terdiri atas 1.794 usaha mikro dan lima usaha kecil.

Baca Juga: Banjir Terjang 13 Desa di Nias Barat, 595 KK Terdampak dan Status Tanggap Darurat Ditetapkan

Sementara data Pemkab Nias Barat tahun 2026 mencatat sekitar 1.990 pelaku usaha. Perbedaan data tersebut akan disinkronkan agar program pemerintah memiliki sasaran yang lebih akurat.

Dari sisi pembiayaan, realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Nias Barat hingga 27 Agustus 2026 tercatat sekitar Rp12,7 miliar kepada 221 debitur.

Halaman:

Editor: Yohanes Giawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini