Jumat, 24 Juli 2026

Beredar Video Dugaan Satpam Bundaran HI Dipaksa Sujud Usai Tegur Pengemudi Alphard

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 24 Juli 2026 | 13:25 WIB
Menyoroti kronologi viralnya video dugaan satpam dipaksa bersujud usai tegur sopir Alphard di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti kronologi viralnya video dugaan satpam dipaksa bersujud usai tegur sopir Alphard di Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@undercover.id)

NAWACITAPOST.COM — Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan dugaan aksi intimidasi terhadap seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Bunderan HI, Menteng, Jakarta Pusat, mendadak viral dan memicu gelombang kemarahan publik di media sosial, khususnya dalam unggahan Instagram @undercover.id, pada Jumat (24/7/2026).

Insiden dramatis tersebut berawal saat sang satpam, Victor Harefa, tengah bertugas membantu pejalan kaki menyeberang di Halte Transjakarta Bundaran HI ketika lampu indikator pejalan kaki berwarna hijau. Di saat bersamaan, satu unit mobil Toyota Alphard hitam bernomor polisi D 1828 XHQ diduga nekat menerobos perlintasan tersebut.

Menerobos Lampu Hijau Pejalan Kaki hingga Mengaku Aparat

Mengetahui tindakan membahayakan itu, Victor bergerak cepat menegur pengemudi dengan menepuk badan mobil Alphard tersebut. Tak terima ditegur, sejumlah pria berbatik melangkah keluar dari kendaraan dan langsung melayangkan protes keras hingga membawa Victor masuk ke dalam pos polisi terdekat.

Baca Juga: Hotman Paris Meradang dan Bongkar Fakta Tudingan Keji Aspri Jadi Simpanan Eks Jampidsus!

Situasi kian memanas ketika oknum pengemudi diduga memamerkan Kartu Tanda Anggota (KTA) aparat demi menekan petugas keamanan tersebut. Di bawah tekanan hebat dan intimidasi, Victor akhirnya terpaksa mengambil langkah ekstrem demi mengakhiri konflik.

"Karena saya tidak ada jalan keluar, saya salaman kepada beliau dan bersujud, minta maaf," ungkap Victor terpukul dalam video klarifikasinya.

"Saya salah, saya akan jadikan pengalaman saya pedoman ke depan untuk lebih hati-hati dalam melaksanakan tugas," lanjutnya.

Polisi Turun Tangan Usut Tuntas

Respons publik yang massif membuat aparat kepolisian bergerak memanggil para pihak yang terlibat. Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, menegaskan pihaknya tengah mendalami pengakuan korban terkait aksi pemaksaan sujud dan keabsahan KTA yang dipamerkan.

Baca Juga: TRAGIS! Tolak Gelapkan Rp250 Juta, Pria Asal Maros Tewas Mengenaskan di Armenia Diduga Dieksekusi Sesama WNI

Poin Investigasi Kepolisian dan Status Saat Ini:

  • Dugaan Pemaksaan Sujud: Memanggil kedua belah pihak untuk klarifikasi langsung
  • Keabsahan KTA Aparat: Pendalaman spesifikasi dan asal institusi kartu
  • Pelanggaran Lalu Lintas: Pengumpulan bukti CCTV di sekitar TKP

"Kalau diminta sujud, ini yang perlu saya klarifikasi ke kedua belah pihak. Kami masih mengklarifikasi bagaimana proses riilnya saat itu," ujar AKBP Braiel di Mapolsek Metro Menteng.

Hingga saat ini, proses penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik aksi arogan di jantung ibu kota tersebut.(***)

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini