NAWACITAPOST.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Muara Teweh terus membuktikan komitmennya dalam menjamin hak setiap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
Pada hari ini, warga binaan penganut agama Hindu Kaharingan melaksanakan kegiatan ibadah rutin dengan penuh kekhidmatan di lingkungan Lapas. Sabtu, 30 April 2026.
Kegiatan ibadah ini merupakan bagian dari program pelatihan kepribadian yang bertujuan untuk menyentuh sisi spiritual warga binaan. Melalui lantunan doa dan prosesi ibadah khas Kaharingan, diharapkan warga binaan dapat menemukan ketenangan batin serta melakukan refleksi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan religius.
Baca Juga: Polresta Sidoarjo Siapkan 1.200 Personil Pengamanan Hari Buruh 2026
Lapas Muara Teweh memfasilitasi kegiatan ini sebagai bentuk implementasi dari undang-undang yang menjamin kebebasan beragam bagi setiap warga negara, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pidana. Keberagaman keyakinan di dalam Lapas dikelola dengan sangat baik, sehingga tercipta suasana toleransi yang harmonis antar-umat beragama.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Teweh, Halasson Sinaga, menyampaikan bahwa pelatihan mental spiritual adalah fondasi utama bagi warga binaan dalam menjalani masa perubahan karakter selama di Lapas.
"Kami memberikan ruang dan fasilitas yang sama bagi seluruh penganut agama di sini, termasuk bagi saudara-saudara kita yang menganut agama Hindu Kaharingan. Ibadah adalah hak dasar yang harus dipenuhi.
Kami percaya bahwa dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, warga binaan akan memiliki kesadaran untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu dan memiliki semangat baru dalam menatap masa depan,” ujar Halasson Sinaga.
Senada dengan itu, Kasi Binadik & Giatja, Agustinus Siagian, menambahkan bahwa pengawasan dan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan kualitas pelatihan kerohanian tetap optimal.
“Pembinaan keagamaan Hindu Kaharingan ini terjadwal secara rutin sebagai upaya kami memberikan pelayanan prima di bidang kerohanian. Kami ingin setiap warga binaan, tanpa kecuali, mendapatkan bimbingan spiritual yang cukup agar saat mereka bebas nanti, mereka memiliki bekal iman yang kuat untuk kembali berbaur dengan masyarakat di Barito Utara,” ungkap Agustinus Siagian.
Baca Juga: Subuh Keliling Upaya Cegah Gangguan Kamtibmas Melalui Pendekatan Religi
Kegiatan ibadah berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui konsistensi dalam memberikan pelayanan keagamaan, Lapas Kelas IIB Muara Teweh terus bertransformasi menjadi lembaga pemasyarakatan yang humanis dan menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan serta toleransi.
(Humas Lapas Muara Teweh)