Senin, 3 Agustus 2026

BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Dukung Program 3 Juta Rumah Lewat Akad Massal KPR FLPP

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Senin, 3 Agustus 2026 | 17:24 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Direktur Utama BRI
Presiden Prabowo Subianto bersama Direktur Utama BRI

NAWACITAPOST.COM – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran pembiayaan yang menyasar masyarakat serta pelaku usaha di sektor perumahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI dalam Akad Massal Debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Kredit Program Perumahan (KPP) yang berlangsung di Perumahan Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada 30 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor perbankan, pengembang, dan dunia usaha dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak. Menurut Presiden, kerja sama lintas sektor tersebut menjadi wujud nyata semangat Indonesia Incorporated, di mana seluruh elemen bangsa saling mendukung demi mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Kita ingin yang besar membantu yang kecil, sementara yang kecil terus bekerja keras menjadi lebih produktif. Apa yang telah dicapai patut diapresiasi, namun kebutuhan masyarakat terhadap rumah masih sangat besar," ujar Presiden Prabowo.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, sebagai bagian dari Danantara Indonesia, BRI terus memperkuat kontribusinya terhadap Program 3 Juta Rumah melalui berbagai skema pembiayaan yang inklusif.

Ia menjelaskan, BRI tidak hanya menyalurkan KPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga mendukung para pengembang melalui Kredit Program Perumahan (KPP) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai ekosistem perumahan, mulai dari pembangunan hingga penyediaan hunian yang layak dan berkualitas.

"Sebagai bank yang berorientasi pada pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI akan terus memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor properti secara berkelanjutan," kata Hery.

Menurutnya, sektor perumahan memiliki dampak berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional karena mampu menggerakkan berbagai industri pendukung, seperti bahan bangunan, jasa konstruksi, transportasi, hingga menciptakan lapangan kerja. Oleh sebab itu, BRI berkomitmen menghadirkan pembiayaan yang inklusif guna memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran rumah subsidi melalui skema FLPP pada 2025 menjadi yang tertinggi sejak program tersebut diluncurkan pada 2010.

Ia menyebutkan, sepanjang 15 tahun pelaksanaan FLPP, capaian tertinggi baru berhasil diraih pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Jika pada 2023 penyaluran rumah subsidi mencapai sekitar 228 ribu unit, maka pada 2025 jumlahnya meningkat menjadi 278 ribu unit, sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah program tersebut.

Dalam akad massal tersebut, sebanyak 6.059 debitur BRI menjadi bagian dari sekitar 62 ribu peserta Akad Massal Debitur KPR Sejahtera FLPP yang digelar secara nasional. Selain itu, BRI juga menyalurkan Kredit Program Perumahan senilai Rp880 miliar kepada 7.100 debitur. Pembiayaan tersebut terdiri atas Rp308 miliar untuk 227 debitur dari sisi supply serta Rp572 miliar kepada 6.873 debitur dari sisi demand.

Komitmen BRI dalam mendukung Program 3 Juta Rumah juga tercermin melalui penyaluran Kredit Program Perumahan. Sejak Oktober 2025 hingga 28 Juli 2026, BRI telah menyalurkan KPP sebesar Rp12,17 triliun kepada 87.055 penerima. Sementara sepanjang Januari hingga 28 Juli 2026, realisasi penyaluran mencapai Rp10,94 triliun kepada 78.520 penerima atau sekitar 91,18 persen dari target penyaluran tahun 2026 sebesar Rp12 triliun.

Di sisi lain, kontribusi BRI terhadap penguatan ekonomi kerakyatan juga terus dilakukan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak 2015 hingga Juni 2026, total KUR yang telah disalurkan mencapai Rp1.539 triliun kepada sekitar 45,4 juta penerima. Adapun selama Januari hingga Juni 2026, penyaluran KUR telah mencapai Rp103,81 triliun yang dimanfaatkan oleh lebih dari 2 juta penerima.

Acara akad massal tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, jajaran Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, BP Tapera, bank penyalur FLPP, serta para pengembang perumahan.

 

Halaman:

Editor: Restu Zebua

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini