Kamis, 25 Juni 2026

Wisata Bersejarah Dengan View Yang Memesona, Melihat Megahnya Candi Ngetos di Nganjuk Dulunya Jadi Tempat Penghormatan Raja Hayam Wuruk

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Selasa, 20 Februari 2024 | 10:24 WIB
 Candi Ngetos di Nganjuk
Candi Ngetos di Nganjuk

NAWACITAPOST.COM -  Salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi di Kabupaten Nganjuk adalah Candi Ngetos.

Terletak di Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, candi ini memiliki sejarah yang kaya, dibangun pada abad ke-10, tepatnya pada tahun 991 Masehi.

Candi Ngetos menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di Nganjuk dan menarik minat banyak pengunjung.

Candi Ngetos adalah candi Hindu yang menggambarkan warisan sejarah dan budaya Hindu di Nganjuk.

Baca Juga: Suasananya Tenang, Nikmati Wisata Watu Lawang Nganjuk Dengan Panorama Pegunungan dan Bebatuan Yang Eksotis

Dengan lima bagian yang berbeda, setiap bagian menampilkan bentuk dan ukuran yang unik.

Arsitektur candi ini memadukan elemen kubah dan bangunan berbentuk kotak, menggunakan batu dan kayu sebagai bahan konstruksinya.

Relief-relief dan arca-arca di candi ini menggambarkan cerita-cerita tentang leluhur dan keyakinan masyarakat Hindu setempat.

Selain kekayaan sejarahnya, Candi Ngetos menawarkan pemandangan alam yang mempesona. Di sekitar candi, terdapat hutan, sawah, dan bukit yang menambah keindahan tempat ini.

Baca Juga: Nikmati Indahnya Waduk Perning di Nganjuk, Jadi Tempat Paling Nyaman Bersantai Bersama Keluarga di Jawa Timur

Pengunjung dapat menikmati kegiatan seperti berendam di pemandian air panas yang terkenal akan sifat penyembuhannya, bersantai di taman, atau menikmati keindahan matahari terbenam.

Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai kegiatan lain di sekitar Candi Ngetos, termasuk mengunjungi pasar tradisional untuk berbelanja makanan lokal dan oleh-oleh khas Nganjuk yang unik.

Berwisata ke Candi Ngetos tidak hanya sekadar perjalanan, tetapi juga merupakan pengalaman yang mendalam untuk memahami dan menikmati warisan budaya dan sejarah Nganjuk.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini