NAWACITAPOST.COM - Menjelang bulan suci Ramadhan 2025, Lapas Kelas IIB Amuntai, telah meningkatkan langkah-langkah pengamanan untuk memastikan kelancaran dan mengamankan selama bulan Ramadhan.
Fokus utama pengawasan kali ini adalah pengendalian ketat terhadap kawasan Brandgang dan blok perumahan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang dianggap rawan terhadap potensi gangguan keamanan.
Kalapas Amuntai, Yosef Leonard Sihombing dalam keterangan persnya, mengungkapkan bahwa peningkatan pengawasan ini adalah bagian dari upaya deteksi dini untuk menjaga kestabilan di dalam lapas menjelang bulan suci.
Baca Juga: Wabup dan Ketua TP PKK Sidoarjo Mengunjungi Korban Banjir di Krian dan Porong
Area Brandgang dan blok pemukiman Warga Binaan Pemasyarakatan dipilih karena kedua area ini rentan terhadap perlindungan fasilitas yang dapat mengganggu Transmisi.
Menjelang Ramadhan, kami fokus pada upaya pencegahan agar tidak ada gangguan yang dapat mempengaruhi keamanan lapas. Pengawasan lebih intens dilakukan di kawasan Brandgang dan blok perumahan.
“Kami ingin memastikan bahwa proses ibadah puasa Ramadhan 1446H di dalam lapas dapat berjalan dengan baik tanpa adanya gangguan dari pihak luar maupun dalam,” ujar Yosef Leonard Sihombing.
Petugas lapas melakukan pengawasan lebih ketat, termasuk pemeriksaan barang bawaan, pemeriksaan rutin terhadap penghuni, dan patroli intensif pada jam-jam rawan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat mencegah segala bentuk tindakan yang dapat merusak kedamaian, baik berupa penyelundupan barang terlarang maupun aktivitas yang dapat ditimbulkan.
Pihak Lapas juga mengimbau kepada seluruh warga binaan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, serta mengikuti kegiatan ibadah dengan khusyuk selama bulan Ramadhan.
Pihaknya berharap agar Ramadhan kali ini bisa menjadi momen yang membawa kebaikan bagi warga binaan dan lingkungan lapas pada umumnya.
Dengan langkah-langkah preventif ini, Lapas Amuntai berharap dapat menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama bulan suci Ramadhan, serta meminimalisir potensi gangguan yang dapat merugikan semua pihak.