NAWACITAPOST.COM — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan kini berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat dan aktivitas pendidikan.
Kepungan kabut asap yang kian pekat memaksa pemerintah daerah mengambil langkah darurat, mulai dari meliburkan sekolah, menerapkan pembelajaran daring, hingga membagikan masker secara massal.
Di Kalimantan Barat, kabut asap tebal memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengonfirmasi bahwa aktivitas belajar tatap muka untuk tingkat TK, SD, hingga SMP masih dihentikan.
"Aktivitas belajar di lingkungan sekolah masih diliburkan dan belajar untuk saat ini secara daring, sampai cuaca membaik. Karena kabut asap sampai saat mekat masih pekat," kata Edi.
Edi menegaskan kebijakan ini diambil guna menekan laju penularan penyakit pernapasan yang kian mengkhawatirkan di wilayahnya.
"Kita melihat ISPA di Pontianak terjadi 300 per hari, sehingga kita tidak ingin itu terjadi dan terus bertambah," bebernya.
Edi mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan wajib mengenakan masker.
Sementara untuk pelayanan publik di lingkungan Pemkot Pontianak, pihaknya tetap beroperasi dengan penyesuaian bagi pegawai yang terdampak kesehatan.
"Kita pasti memberikan pelayanan di Pemkot. Tapi kan kita di ruangan. Kalau yang sakit ya melalui WFH," terangnya.
Sementara itu di Kalimantan Timur, dampak paparan asap karhutla juga memaksa pemerintah daerah meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, menyatakan langkah preventif terus dilakukan meski titik panas (hotspot) di wilayahnya diklaim masih dalam kondisi terkendali.
"Saat ini masih dalam kondisi yang aman. Tetapi anak-anak sekolah masih kami liburkan dan kita berikan masker untuk beraktivitas di luar," ujar Rudy, Rabu (23/9/2026).
Rudy menjelaskan penanganan karhutla di Kaltim dilakukan secara terpadu bersama unsur Forkopimda, khususnya TNI dan Polri.
"Walaupun titik hotspot-nya paling banyak, tetapi penanganannya berkat kerja sama seluruh Forkopimda, terutama TNI-Polri, semuanya bisa terkendali," sebut Rudy.
Ia menambahkan, Kaltim tidak masuk dalam daftar enam provinsi dengan dampak karhutla paling mendominasi.
"Masih ada. Masih ada, tetapi semuanya masih dalam kondisi yang terkendali, aman terkendali karena masih kemarau untuk di Kaltim," tuturnya.
Meski sekolah diliburkan, Pemprov Kaltim memastikan program penunjang seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, walaupun mekanisme teknis penyalurannya di lapangan masih disesuaikan.
"Kalau yang libur, kalau yang libur tentunya saya enggak tahu persis, ya, teknisnya yang di lapangan kalau untuk MBG ini. Tapi untuk di seluruh Kalimantan Timur, MBG tetap menjadi prioritas," ungkap Rudy.
Hingga saat ini, aparat gabungan di berbagai daerah di Kalimantan terus bersiaga menanggulangi karhutla dan meminimalisasi dampak kabut asap yang mengancam kesehatan serta mobilitas warga.