NAWACITAPOST.COM — Unggahan yang menyebut ancaman gempa bumi magnitudo 8,5 berpotensi tsunami akan mengguncang kawasan Mamboro, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral dan memicu kepanikan massal.
Menanggapi keresahan publik tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meyakinkan bahwa narasi yang beredar luas di media sosial itu murni kabar bohong (hoaks).
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Stasiun Geofisika Sumba Timur guna meredam kekhawatiran warga yang terlanjur membendung rasa cemas.
“Baru-baru ini beredar informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa akan terjadi gempa bumi besar di wilayah Sumba pada waktu tertentu,” ujar Kepala Stasiun Geofisika Kelas III Sumba Timur, Rudy Darsono, dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @stageof.sumbatimur.bmkg pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Isu yang merebak dengan cepat di ranah digital ini disinyalir menjadi pemicu riak ketakutan di tengah aktivitas warga.
“Informasi tersebut menyebar dengan sangat cepat dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terutama di Sumba. Perlu kami tegaskan bahwa informasi tersebut adalah hoaks dan tidak berasal dari BMKG,” jelasnya.
Rudy menekankan hingga kini belum ada peradaban sains yang sanggup menerawang waktu pasti guncangan tektonik.
Baca Juga: Di Tengah Gejolak Global, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan APBN Tetap Kredibel dan On Track
“Belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara tepat, kapan, di mana, dan berapa besar kekuatan suatu gempa bumi yang akan terjadi,” imbuhnya.
Guna mencegah dampak kepanikan yang kian meluas, otoritas terkait mengimbau publik agar menyaring setiap informasi secara bijak dan berpegang pada kanal resmi.
“Masyarakat tolong tetap tenang dan jangan langsung percaya pada isu-isu yang beredar,” tegasnya.
Sebelumnya, rumor mendebarkan ini kian liar usai sebuah utas di platform Threads melalui akun @chii********7 melempar klaim yang menggegerkan ruang siber.
Baca Juga: PMI Manufaktur Melonjak 52,4, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan Industri Nasional Kian Perkasa
“Guys, doain kami di Sumba. Info terbaru hari ini gempa 8,5 SR berpotensi tsunami,” tulisnya dalam utas yang diunggah pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Dampak kepanikan bahkan sempat merambah ke lingkungan institusi pendidikan di daerah setempat.
“Kami dapat info ini, kami lagi di sekolah dan langsung dipulangkan siswanya,” lanjutnya.
Atmosfer kecemasan warga Sumba ini dinilai tak lepas dari ingatan kolektif atas guncangan nyata beberapa hari sebelumnya.
Gempa berkekuatan M 5,9 sempat mengguncang Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur pada Minggu, 4 Oktober 2026 sekitar pukul 05.55 WIB atau 06.55 WITA, meski BMKG saat itu telah mengonfirmasi bahwa peristiwa tektonik tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Artikel Terkait
Harga Mobil Listrik Bekas Anjlok, Nissan Leaf hingga Hyundai Kona Jadi Sorotan
Mengguncang Jakarta, Rakerda dan Pelantikan HIPPI DKI Jakarta Tandai Setengah Abad Kebangkitan Ekonomi
Adopsi Terobosan Medan Corpu Smart, 20 Peserta PKP LAN Aceh Sambangi Pemko Medan
Langkah Awal Kebangkitan HKNB: Rapat Perdana Tim 9 Sepakati RUA Tergelar di Puncak
Gugatan Proyek Fiktif Rp41,9 Miliar, Sukadamai Ndruru Resmi Laporkan Dirut BMKP