Jumat, 9 Oktober 2026

Di Tengah Gejolak Global, Menkeu Suahasil Nazara Tegaskan APBN Tetap Kredibel dan On Track

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:56 WIB
Konferensi pers Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jumat (9/10/2026). (Dok. Kementerian Keuangan)
Konferensi pers Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jumat (9/10/2026). (Dok. Kementerian Keuangan)

NAWACITAPOST.COM — Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir September 2026 tetap terjaga tangguh di tengah meningkatnya indikator volatilitas ekonomi.
 
Ketahanan instrumen fiskal ini ditegaskan langsung oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia, Suahasil Nazara, dalam Konferensi Pers APBN KiTA yang berlangsung di Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa pelaksanaan APBN hingga September 2026 masih berjalan sesuai target (on track).
 
 
Penerimaan negara berhasil dihimpun sebesar Rp2.341,5 triliun atau 74,2 persen dari target, sementara realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun atau 69,2 persen dari pagu.
 
Suahasil Nazara Menteri Keuangan Republik Indonesia. (Dok. Kementerian Keuangan)
 
Capaian ini menempatkan defisit APBN pada posisi Rp319 triliun atau 1,24 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sejalan dengan rancangan awal tahun.

“Jadi ini on track. Kita menuju pelaksanaan APBN yang memang dari awal, sejak ditetapkan didesain untuk defisit. Nah, defisitnya kalau bulan lalu, kalau ingat data bulan lalu bisa dilihat lagi, defisit bulan lalu 0,9 persen. Hari ini, per akhir September 1,2 persen,” jelas Menkeu Suahasil.
 

Dari komposting penerimaan negara, setoran pajak mencatatkan kinerja impresif sebesar Rp1.607,6 triliun atau tumbuh 24,1 persen secara tahunan.
 
 
 
 
 
 
Sektor kepabeanan dan cukai berkontribusi sebesar Rp240,1 triliun (tumbuh 8,5 persen), sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melesat hingga Rp492,3 triliun, melonjak 41,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada pos pengeluaran, realisasi belanja pemerintah pusat menembus Rp2.061,3 triliun atau 65,4 persen dari pagu APBN.
 
Alokasi anggaran tersebut difokuskan untuk mengawal program-program prioritas pemerintah, meliputi layanan pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, percepatan pembangunan infrastruktur, hingga penyaluran subsidi dan kompensasi energi.
 

Menkeu Suahasil menggarisbawahi pentingnya keseimbangan berkelanjutan antara penerimaan dan belanja di tengah dinamika pasar.
 
 
 
 
 
 
Kenaikan harga minyak dunia, misalnya, memicu peningkatan pendapatan dari sektor migas, namun di sisi lain secara eksponensial menambah beban belanja subsidi dan kompensasi energi.

Dalam merespons tekanan tersebut, Menkeu Suahasil Nazara menekankan bahwa kredibilitas menjadi benteng sekaligus modal utama pemerintah untuk mengamankan kepercayaan pasar global, terutama di tengah ketidakpastian suku bunga dan gejolak pasar keuangan.
 
 
Pemerintah berkomitmen penuh menjaga azas kehati-hatian (prudence) serta fleksibilitas dalam penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

“Yang paling penting di dalam menahan spread ini adalah kredibilitas. Kita dipercaya. Ini yang menjadi poin utama saya dalam mengelola APBN. APBN-nya menumbuhkan, APBN-nya melindungi masyarakat, APBN-nya harus bisa dipercaya. Dan ini adalah modal kita,” tegas Menkeu Suahasil.

Menutup keterangannya, Menkeu Suahasil Nazara mengulangi komitmen kuat Kementerian Keuangan untuk terus mengawal keuangan negara secara akuntabel demi menjamin stabilitas perekonomian nasional.

“Kita akan terus menjaga APBN dengan baik dan mudah-mudahan menjadi APBN yang betul-betul dapat menumbuhkan ekonomi, melindungi masyarakat, dan menjaga kredibilitas dari perekonomian kita,” pungkas Menkeu Suahasil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Tiarsin

Tags

Artikel Terkait

Terkini