Baca Juga : Ditunggu Gebrakan Aparat menindak Pengelola Judi berkedok Gelper
“Penanganan COVID-19 tidak menjadi prioritas kepala daerah sepertinya. Bagaimana mungkin bisa fokus penanganan COVID-19 di Tanjungpinang kalau Kepala Dinkes saja dikosongkan,” tuturnya, Selasa (26/1).
Padahal, sambung Apriyandy, jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) salah satu garda terdepan yang harus ikut bertanggung jawab dalam pencegahan dan penanganan COVID-19.
Kemudian, disaat banyaknya pertimbangan dan permasalahan terkait akan dimulainya belajar tatap muka peserta disdik di tengah pandemi, malah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dimutasi dan jabatan kosong, ditambah lagi Kepala Bappeda juga ikut dikosongkan,” tutur Apriyandy.
Jabatan itu, sambung dia, adalah posisi strategis. Semestinya tidak boleh dibiarkan kosong dan berlarut-larut oleh Wali Kota Tanjungpinang Rahma. Ditambah lagi saat ini pandemi COVID-19.
Legislator juga mempertanyakan kebijakan Wali Kota Tanjungpinang Rahma dalam melantik 272 pejabat eselon III dan IV, Selasa (19/1) kemarin.
“Kami mempertanyakan kebijakan wali kota dalam mengosongkan jabatan itu disaat seperti ini,” tegas putra mendiang mantan Wali Kota Tanjungpinang Syahrul ini.
Apriyandy meminta KASN tidak membiarkan keputusan dan kebijakan itu terjadi, di sisi lain, 4 kursi jabatan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang saat ini mengalami kekosongan.
Empat kursi tersebut yaitu di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk-KB), dan Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bappelitbang).
Saat melantik 13 pejabat eselon II pada 11 Januari 2021 lalu, Wali Kota Tanjungpinang Rahma sempat mengungkapkan segera mengisi jabatan kekosongan tersebut. Bahkan kata dia, pihaknya telah membuka pendaftaran untuk melakukan open bidding.
“Empat jabatan yang kosong akan diisi melalui open bidding yang tahapannya sudah mulai dibuka Senin (11/1/2021) hari ini. Siapa yang mau ikut silahkan. Terbuka bagi siapa saja,” tutur Rahma saat itu.
Namun, kenyataannya hingga saat ini kabar open bidding tersebut tidak terdengar sama sekali sudah sampai mana tahapannya.
(Yosdarson Daeli)