Minggu, 19 Juli 2026

Dinilai Hanya Intermezo, Seluruh Kades di Kecamatan Prambon Walk Out dari Kegiatan Musrenbang

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Kamis, 6 Februari 2025 | 19:06 WIB
Tampak depan Kantor Kecamatan Prambon, Nganjuk, Jawa Timur  (Foto tangkapan layar google maps)
Tampak depan Kantor Kecamatan Prambon, Nganjuk, Jawa Timur (Foto tangkapan layar google maps)

NAWACITAPOST.COM — Dinilai hanya sebagai Intermezo atau formalitas, seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Prambon, Nganjuk ramai-ramai walk out atau keluar dari ruangan saat kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) berlangsung di kantor Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin (3/2/2025).

Kegiatan Musrenbang tersebut adalah dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 tingkat Kecamatan Prambon.

Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com, hadir dalam kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Prambon diantaranya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), ditambah lagi empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Saerah Pemilihan (Dapil) 3, yaitu Budiono, Afif Singgih Nur Hasan, Karyo Sulistiyono, dan Dia Putri Aruma.

Baca Juga: Hukum Mengkonsumsi Lele yang Diberi Makan Limbah atau Bangkai, Ini Penjelasan LBM NU Nganjuk

Salah satu Kades yakni Sujianto Kades Tanjungtani ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut terjadi ketika kegiatan Musrenbang tingkat Kecamatan Prambon berlangsung.

"Iya benar, Walk Out semua itu teman-teman Kepala Desa dan bersamaan dari 14 Kades yang ada di Kecamatan Prambon," ucap Sujianto melalui sambungan telepon aplikasi WhatsApp, pada Kamis (6/2/2025).

Sujianto menambahkan bahwa semua Kades merasa prihatin dikarenakan selama kurang lebih 4 tahun terakhir, usulan-usulan Kades terkait dengan kebutuhan infrastruktur fisik yang ada di Prambon kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah.

"Contoh-contoh usulan, misal jalan antar provinsi seperti Warujayeng - Kediri, terus jalan poros antar Desa maupun Kecamatan, juga jembatan-jembatan, banyak yang rusak, juga perlu pelebaran, dan sering terjadi kecelakaan," imbuh Sujianto.

Baca Juga: Rincian Dana Desa dari 20 Kecamatan di Kabupaten Nganjuk TA 2025, Yuk Cek Desamu

Lanjut Sujianto, sekarang banyak jalan yang berlubang, dan ketika menambal jalan tersebut hanya seperti menambal celana jeans, dikarenakan aspal yang digunakan untuk menambal kurang berkualitas.

"Tentunya bisa dimaknai, kalau aspal itu bermutu dan berkualitas tentunya akan awet," ujar Kades berambut gondrong itu, kepada wartawan Nawacitapost.com.

Menurut Sujianto mengatakan bahwa salah satu pengajuan jembatan yang ada di Desa Tanjungtani hingga saat ini tidak tidak terealisasi, namun saya tidak akan menyampaikan dengan vulgar dikarenakan Musrenbang tersebut adalah tingkat Kecamatan.

"Bahkan teman-teman Kades juga mengakui hal yang sama. Bahkan aset-aset milik Provinsi maupun Kabupaten itu setiap tahun dalam 4 tahun terakhir selalu diajukan secara tertulis dan terkirim secara administratif yang riil untuk mendapatkan perhatian," kata Sujianto.

Baca Juga: Rincian Dana Desa yang Diterima Kabupaten Kediri TA 2025, Yuk Intip Desamu

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB