Rabu, 15 Juli 2026

Manfaat Fingerprint Belum Maksimal, SD Negeri di Nganjuk Dapat Instruksi Lagi Pengadaan Fingerface

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 7 Maret 2025 | 18:22 WIB
Salah satu staff korwil pendidikan ketika menunjukkan alat absensi salah satu SDN yang sudah lama tidak digunakan (Sakera Nawacita)
Salah satu staff korwil pendidikan ketika menunjukkan alat absensi salah satu SDN yang sudah lama tidak digunakan (Sakera Nawacita)

NAWACITAPOST.COM — Pemanfaatan pengadaan sidik jari tahun 2018 di Sekolah Dasar Negeri (SDN) se-Kabupaten Nganjuk masih belum optimal, seluruh SDN se-Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur kembali mendapat instruksi untuk melakukan pengadaan sidik jari pada tahun 2023.

Informasi yang dihimpun wartawan Nawacitapost.com , seluruh sekolah dasar di Kabupaten Nganjuk telah melaksanakan pengadaan sidik jari pada tahun 2018 berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Alat absensi yang telah lama tidak digunakan di salah satu SD Negeri di Kabupaten Nganjuk (Sakera Nawacita)

Namun, sejak 2019, sidik jari tidak lagi digunakan untuk ketidakhadiran. Sejumlah lembaga SDN menyatakan sidik jari hanya digunakan kurang lebih 3 bulan untuk absensi, bahkan ada yang menyatakan sidik jari tidak digunakan sama sekali karena tidak terintegrasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk.

Baca Juga: Refreshing di Cabang Disdik Nganjuk, Lima KS Berganti, Dua Guru di Antaranya Dapat Kenaikan Jabatan

Sehingga para pendidik masih melakukan absensi secara manual ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, melalui Korwil Pendidikan Kabupaten setempat.

Alat absensi yang terpasang di salah satu SD Negeri pengadaan tahun 2023 (Sakera Nawacita)

Pengadaan sidik jari pada tahun 2018 belum dimanfaatkan secara maksimal, dan pada tahun 2023 kembali diterima instruksi untuk melakukan pengadaan sidik jari kembali.

Sejumlah kepala sekolah SDN yang dikunjungi tim media mengatakan, penggunaan sidik jari dan fingerface hanya sebagai bahan pelatihan atau alat bantu.

Baca Juga: Laksanakan Sidang Tahap II Kasus Dugaan Korupsi Penyalahgunaan APBDes, PN Nganjuk Serahkan Tersangka dan BB

"Jadi seluruh SDN masih melakukan absensi manual ke Korwil Pendidikan Kabupaten setempat, karena sidik jari yang ada belum terintegrasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk," kata salah seorang Kepala SDN kepada wartawan dari Nawacitapost.com , Selasa (25/2/2025).

Salah satu staff SD Negeri yang menunjukkan alat absensi yang telah dicopot dikarenakan tidak terintegrasi langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk (Sakera Nawacita)

Kepala Sekolah Dasar tersebut mengatakan, pengadaan sidik jari tersebut berdasarkan perintah dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

"Jadi awalnya ada surat edaran dari Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, kemudian setelah itu ada musyawarah bersama, dan dalam musyawarah itu membahas soal pengadaan sidik jari," kata Kepala SDN yang enggan disebutkan namanya itu.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mensos Risma Bantu Pengobatan 2 Warga Lampung

Kamis, 22 Juni 2023 | 20:56 WIB