Sabtu, 11 Juli 2026

Bangga!! Dua Perwira Menengah TNI Terima Penghargaan Tinggi dari Kerajaan Kamboja

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Minggu, 5 April 2026 | 18:37 WIB
Dua Perwira Menengah TNI yang menerima Penghargaan Tinggi dari Kerajaan Kamboja (Istimewa)
Dua Perwira Menengah TNI yang menerima Penghargaan Tinggi dari Kerajaan Kamboja (Istimewa)

 

NAWACITAPOST.COM — Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui akun resmi media sosial X (dahulu Twitter) @Puspen_TNI, mengumumkan pencapaian gemilang dalam kancah diplomasi militer internasional.

Dua perwira menengah terbaik TNI, Kolonel Hermawan Weharima dan Letkol Sukmana Bayuaji, secara resmi dianugerahi penghargaan prestisius dari Pemerintah Kerajaan Kamboja atas dedikasi luar biasa mereka dalam misi perdamaian di kawasan.

Penghargaan bertajuk The Royal Order of Sahametrei tersebut disematkan langsung oleh Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Kamboja (Commander-in-Chief of the Royal Cambodian Armed Forces), Jenderal Vong Pisen, dalam sebuah upacara kehormatan yang berlangsung di Phnom Penh pada Kamis, (2/4/2026).

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Sulawesi Utara, Berpusat di Laut Dekat Pulau Karatung

Apresiasi Atas Kontribusi di ASEAN Observer Team (AOT)

Kolonel Hermawan Weharima ketika menerima penghargaan dari Jenderal Vong Pisen (Istimewa)

Pemberian medali kehormatan ini bukanlah tanpa alasan. The Royal Order of Sahametrei merupakan tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Kamboja kepada warga negara asing yang telah memberikan kontribusi menonjol dalam mempererat hubungan diplomatik, kerja sama persahabatan, serta bantuan krusial bagi kemajuan dan stabilitas Kamboja.

Dalam pidatonya, Jenderal Vong Pisen menekankan beberapa poin krusial terkait peran kedua perwira TNI tersebut:

1. Pengawasan Gencatan Senjata: Kolonel Hermawan dan Letkol Sukmana dinilai sangat aktif dan profesional dalam mendukung implementasi gencatan senjata antara Kamboja dan Thailand di wilayah perbatasan yang sempat mengalami ketegangan.

2. Kepemimpinan di Lapangan: Keduanya menjadi pilar penting dalam struktur ASEAN Observer Team (AOT), yang bertugas memantau, melaporkan, dan memfasilitasi dialog di zona-zona sensitif guna mencegah eskalasi konflik bersenjata.

Baca Juga: Dag Dig Dug, Babak Baru PKB Nganjuk!! Harmoni Ulama Sepuh hingga Gebrakan Gen-Z

3. Profesionalisme Prajurit Garuda: Kinerja tim AOT dari Indonesia dipuji karena mampu menjaga netralitas sekaligus membangun kepercayaan (confidence building measures) di antara pihak-pihak yang bertikai.

Rekam Jejak Misi Perdamaian Indonesia di Kamboja

Letkol Sukmana Bayuaji ketika menerima penghargaan dari Jenderal Vong Pisen (Istimewa)

Partisipasi aktif TNI dalam menjaga stabilitas keamanan di Asia Tenggara merupakan amanat konstitusi dan perwujudan solidaritas ASEAN. Tim AOT dari Indonesia sendiri telah dikerahkan ke Kamboja sejak 10 September 2025.

Selama lebih dari setengah tahun bertugas di medan pengabdian, kontingen Indonesia telah berhasil menunjukkan kualitas personel yang mumpuni dalam aspek mediasi dan observasi militer.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Trump Menyerah Pada Iran Demi Pasokan Minyak

Rabu, 8 April 2026 | 16:23 WIB