JAKARTA, NawacitaPost.com - PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis bensin Pertamax Jenis RON 92 menjadi Rp 12.500 - Rp 13.000 per liter mulai 1 April 2022. Kenaikan BBM dilakukan untuk menyesuaikan naiknya harga minyak mentah dunia.
Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan harga minyak bulan Maret jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Februari. Batas BBM RON 92 pada April 2022 akan mencapai Rp 16.000 per liter. Karena dipicu krisis geopolitik yang terus berkembang terutama di Eropa Timur.
Kenaikan harga Pertamax dalam rangka mengimplementasikan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 62 K/MEM/2020 mengenai Formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran jenis bahan bakar minyak umum jenis bensin dan minyak solar yang disalurkan melalui stasiun pengisian bahan bakar umum.
Kenaikan harga Pertamax di setiap provinsi berbeda-beda. Tapi kenaikan ini di antara Rp 3.500 per liter hingga Rp 3.550 per liter.
Menurut Irto dikutip dari keterangan resmi Pertamina “Penyesuaian harga ini masih jauh di bawah nilai keekonomiannya. Hal ini dilakukan agar tidak terlau memberatkan masyarakat Pertamina dan mempertimbangkan daya beli masyarakat mengenai harga Pertamax ini tetap lebih kompetitif di pasar dibandingkan harga BBM sejenis dari operator SPBU lainnya. Ini baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019”.
Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina :
Pertalite (RON 90) : Rp 7.650 per liter
Pertamax (RON 92) : Rp 12.500 per liter
Pertamax Turbo (RON 98) : Rp 14.500 per liter
Solar/ Bisolar : Rp 5.150 per liter
Pertamina DEX (CN 53) : Rp 13.700 per liter
“Harga baru masih terjangkau untuk masyarakat kurang mampu. Kami juga mengajak masyarakat untuk lebih berhemat dengan penggunaan BBM sesuai dengan kebutuhan,” ucap Irto.
Kenaikan harga BBM dilakukan hanya untuk Pertamax untuk Pertalite yang sering digunakan masyarakat tetap memiliki harga di level Rp 7.650 per liter. Dengan harga baru, Pertamax berharap masyarakat tetap memilih BBM Non Subsidi yang berkualitas.(Vanessabela Diana Anja)