NAWACITAPOST.COM — Kabut misteri dan dugaan persekongkolan anggaran di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara kini kian terang benderang, menyisakan luka mendalam bagi warga yang terombang-ambing dalam ketidakpastian. Sebuah ironi besar terjadi di pucuk pimpinan daerah: Letnan Dalimunthe Wali Kota Padangsidimpuan secara mencengangkan mengaku sama sekali tidak tahu-menahu soal penyaluran bantuan bagi korban banjir tahun 2025 lalu.
Lebih janggal lagi, informasi krusial tersebut justru dikuasai dengan fasih oleh sosok berinisial S Hrp, yang diduga merupakan pengacara di lingkaran dalam Pemerintah Kota (Pemko). Pertanyaan besar pun mencuat ke permukaan: Bagaimana mungkin seorang kepala daerah lebih buta informasi dibanding orang luar? Ke mana sebenarnya aliran dana bantuan dari Pemerintah Pusat, Gubernur, dan para donatur mengalir?
Akal-Akalan Batas Wilayah: Pajak Ditarik, Tanggung Jawab Ditolak!
Demi menghindari sengkarut ini, Pemko Padangsidimpuan dituding mulai memainkan "jurus lepas tangan" dengan mengklaim wilayah Sibulutolang masuk ke dalam administrasi Kabupaten Tapanuli Selatan. Namun, siasat ini langsung dihantam bantahan keras dari tokoh agama setempat.
"Sejak Kota Padangsidimpuan ini berdiri, kami membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta segala kewajiban resmi langsung ke Pemko Padangsidimpuan. Ini bukti administrasi yang tak terbantahkan," tegas Pendeta berinisial SDW dengan nada geram.
SDW membongkar motif di balik klaim sepihak Pemko tersebut. Menurutnya, manipulasi status wilayah ini hanyalah tameng busuk untuk menutupi kelalaian: agar Pemko tidak perlu membangun sekolah, terbebas dari kewajiban mempertanggungjawabkan anggaran, dan sukses menyembunyikan teka-teki hilangnya dana bantuan sosial yang hakikatnya milik warga.
Tragedi 29 Tahun SD Negeri 200508: Anak-Anak Berjalan 4 KM, Guru Diduga Pungli
Potret paling menyayat hati dari dugaan korupsi sistemik ini terpampang nyata di SD Negeri 200508 Kelas Jauh Sibulutolang. Selama hampir tiga dekade—29 tahun lamanya—sekolah ini tidak pernah mencicipi satu rupiah pun anggaran pembangunan dari pemerintah. Gedung tempat anak-anak belajar murni lahir dari darah dan keringat swadaya warga.
Dampaknya sangat masif dan tragis:
-
Akses Pendidikan Ekstrem: Anak-anak harus berjalan kaki sejauh 4 kilometer setiap hari demi mengeyam pendidikan.
-
Eksodus Massal: Akibat penelantaran ini, 40 persen kepala keluarga terpaksa angkat kaki dari kampung halaman demi masa depan anak-anak mereka.
-
Pengorbanan yang Disia-siakan: Dedikasi luar biasa sang pendiri, S.Halawa, menguap begitu saja tanpa pernah mendapat apresiasi sepeser pun dari negara.
Baca Juga: Cetak Sejarah! Kota Bekasi Raih Opini WTP dan Melesat Masuk 5 Besar Terbaik se-Jawa Barat
Luka warga kian diperparah oleh dugaan praktik culas di lingkungan sekolah. Oknum guru berinisial FG diduga kuat melakukan pungutan liar (pungli) sebesar Rp40.000 untuk SPP bulanan dan Rp50.000 untuk uang rapor per semester. Lebih kejam lagi, dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang menjadi hak siswa miskin diduga lenyap karena kartu ATM-nya dikuasai penuh oleh pihak tertentu.
Gunung Es yang Mulai Mencair
Di tengah momentum krusial saat Yayasan Buddha Tzu Chi dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turun ke lapangan untuk meninjau Hunian Tetap (Huntap) Palopat Pijor Koling, borok ini justru semakin menganga. Tiga pertanyaan tajam kini menuntut jawaban langsung dari Wali Kota:
-
Mengapa Wali Kota 'buta' akan data bantuan, sementara lingkaran dalamnya menguasai informasi secara eksklusif?
Artikel Selanjutnya
Saat Nyawa Bertaruh Waktu, Pasien Sekarat Terpaksa Memburu Keadilan ke Polisi!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Tags
Terkini
Gelar Prestasi Rp474 Miliar, Klarifikasi Bea Cukai Batam Justru Telanjangi Kelemahan Intelijen Kepabeanan
Selasa, 28 Juli 2026 | 20:40 WIB Heboh di Medsos, Polisi Bantah Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Tewas Ditembak dan Jasadnya Hilang
Selasa, 28 Juli 2026 | 17:10 WIB Curhat Korban Pencabulan Oknum Guru dan Suaminya saat Bertemu Wali Kota Tanjungbalai: Masih Pengin Sekolah
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:19 WIB Sita Rp474 Miliar, Bea Cukai Batam Ditantang Buka-bukaan Status Hukum Cukong
Jumat, 24 Juli 2026 | 13:24 WIB Dana Hibah dan Bantuan PIP Disorot, Kepala Dinas Pendidikan Padangsidimpuan Didesak Buka Dokumen Pengelolaan Anggaran
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21 WIB Sandiwara di Balik Tirai Sutra? Dugaan Data Fiktif Korban Banjir Padangsidimpuan Seret Sorotan ke DPRD dan Pemko
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:21 WIB Rp300 Juta Diduga Raib Tanpa Bangunan, Warga Sihitang Desak Kejatisu Periksa Peran Mantan Sekda Letnan Dalimunthe
Selasa, 21 Juli 2026 | 21:20 WIB Skandal Amplop Cokelat di Hutan Produksi: KPK Buru Aktor Utama di Balik Seretan Kasus Menhut Raja Juli Antoni!
Jumat, 17 Juli 2026 | 12:11 WIB 19 Tahun Pesawaran: Hilal Kemakmuran yang Redup di Tengah Boikot Politik dan Pusaran Korupsi
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:10 WIB Skandal Huntap Padangsidimpuan: Di Balik Seremoni Megah, 66 Persen Data Korban Banjir Bandang Diduga Fiktif
Rabu, 15 Juli 2026 | 17:09 WIB Drama Banjir Bandang Padangsidimpuan: Data Fiktif 66 Persen, Ratusan Miliar Diduga Menguap Saat Korban Bertahan di Tenda Bocor!
Senin, 13 Juli 2026 | 08:22 WIB Bau Busuk Menyengat dan Serbuan Lalat di Kedondong, Kades Diduga Tutup Mata Demi "Izin Prematur"
Kamis, 9 Juli 2026 | 21:29 WIB Skandal Besar Padangsidimpuan: Konspirasi Berencana Rampas Ratusan Miliar Uang Bencana, Korban Banjir Ditumbalkan!
Rabu, 8 Juli 2026 | 07:50 WIB Skandal Internet Sultan Pesawaran: LDM Bungkam, APH Diminta Turun Tangan!
Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB ‘Konspirasi Omerta’ di Padangsidimpuan: Air Mata Korban Banjir Bandang Diduga Jadi Ladang Korup Ratusan Miliar Rupiah!
Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB Skandal Korupsi Berjamaah Padangsidimpuan, Nestapa Korban Banjir di Balik Pesta Pora Penguasa
Sabtu, 4 Juli 2026 | 18:29 WIB Gerbang Rumah Terkunci PKL: Ketika Jeritan Warga Dicueki Satpol PP Padangsidimpuan Berbulan-bulan
Kamis, 2 Juli 2026 | 20:54 WIB Gerbang Kebisuan di Padangsidimpuan: Ketua DPRD Srifitrah Munawaroh Bungkam Total
Kamis, 2 Juli 2026 | 16:30 WIB Rapat Paripurna APBD Padangsidimpuan 2025: Klaim Transparan atau Tameng Penutup Korupsi?
Rabu, 1 Juli 2026 | 21:15 WIB
Artikel Terkait
Saat Nyawa Bertaruh Waktu, Pasien Sekarat Terpaksa Memburu Keadilan ke Polisi!
Skandal Sibulutolang: Wali Kota Meninjau, Borok Anggaran Pendidikan Padangsidimpuan Terbongkar!
29 Tahun Dianaktirikan: Jeritan Pedih Sang Perintis Pendidikan di Padangsidimpuan Terbongkar!
Tabir Gelap Skandal Pesawaran Mulai Terkelupas, "Harga Khusus" Mantan Bupati dan Misteri Sang Perantara
Alarm Reformasi Berbunyi: RUU Polri di Titik Nadir Demokrasi!