NAWACITApost.com - Sekolah Ananda merupakan sekolah pembauran yang ada di Kota Bekasi, Jawa Barat (Jabar). Satuan pendidikan ini berada di bawah naungan Yayasan Pancaran Tridharma, sebuah yayasan sosial yang bergerak di bidang pendidikan dengan tujuan umum mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena. hanya dengan pendidikan anak anak bangsa bisa cerdas, pintar dan bijaksana untuk siap memasuki dunia kerja dan memiliki daya saing yang mumpuni.
Sekolah Ananda tidak hanya membentuk manusia yang cerdas dan pintar tetapi membentuk manusia dengan ahlak yang baik memiliki budi pekerti yang luhur dan memiliki mental yang kuat. Untuk mencapai hal ini, Sekolah Ananda memiliki 7 nilai luhur, yakni jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, peduli, kreatif, dan toleransi.
Tujuh nilai luhur ini tidak hanya sekedar slogan yang dihafalkan oleh murid-murid atau di bicarakan di ruang kelas dan halaman sekolah, tetapi benar benar diterapkan bagi setiap insan yang ada di Sekolah Ananda. Murid-murid dan guru menerapkan nilai nilai luhur ini dalam setiap aspek kehidupan agar menjadi kebiasaan dan menjadi budaya.
Sebagai Guru Agama Kristen yang mengajar di Sekolah Ananda, tepatnya SMK Ananda yang lebih dari 10 tahun, saya melihat dalam mendidik anak tidak hanya membuat mereka menjadi pintar, tetapi juga membentuk karakternya. Kali ini saya mencoba menguraikan satu nilai luhur di Sekolah Ananda, yakni jujur.
Kata jujur menurut kamus Bahasa Indonesia yakni, kesesuaian kata dan perbuatan, kesesuaian antara informasi dan kenyataan, ketegasan, kemantapan hati, dan sesuatu yang baik yang tidak dicampuri kedustaan. Kejujuran adalah sifat yang penting untuk dipegang dalam kehidupan. Baik kejujuran dalam hubungan dengan sesama manusia maupun dengan Tuhan.
Sebagaimana Firman Tuhan dalam Kitab Amsal 11:3 “Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.”
Ini merupakan suatu penegasan bahwa nilai kejujuran adalah hal yang sangat penting dan perlu di miliki oleh setiap pribadi dan diajarkan kepada anak sedini mungkin. Di bagian lain dalam Kitab Amsal 22:6 mengemukakan “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.”
Ada sebuah cerita dari Abel Kiprop Mutai, seorang pelari jarak jauh Kenya yang berspesialisasi dalam lari halang rintang 3000 meter. Suatu ketika, ia hanya tinggal beberapa meter dari garis finish dan akan memenangi lomba lintas alam internasional.
Namun, karena bingung melihat papan petunjuk dan mengira dirinya telah melewati garis finish, Mutai pun menghentikan larinya. Ivan Fernandez Anaya asal Spanyol yang membuntuti di posisi kedua, melihat kesalahan Mutai. Alih-alih memanfaatkan keadaan dan melesat ke garis finis, ia justru menghampiri Mutai, mengulurkan lengan dan memberi isyarat agar Mutai terus berlari untuk meraih medali emasnya.
Ketika ditanya oleh seorang reporter tentang alasannya berbuat demikian, Anaya menegaskan bahwa Mutai yang selayaknya menang, bukan dirinya. “Apa yang dapat dipuji dari kemenangan saya? Kebanggaan seperti apa yang saya dapatkan dari medali emas itu? Apa yang akan dipikirkan Ibu saya jika saya berbuat demikian?” kata Anaya. Sebuah berita lalu menulis dengan judul, “Anaya lebih memilih jujur dari pada menang.” (Dikutip dari Wikipedia Abel Kiprop Mutai, lahir 2 Oktober 1988)
Cerita ini mengingatkan saya dengan contoh sederhana di Sekolah Ananda unit SMK, dengan adanya kantin kejujuran, ambil dan bayar sendiri. Bahkan, uang kembalian juga ambil sendiri. Ini melatih siswa untuk jujur, tidak hanya waktu ada orang yang melihat, tetapi waktu tidak ada orang yang melihat tetap memiliki sikap jujur.
Untuk mencapai pribadi yang jujur, ada beberapa hal di bawah ini yang harus dimiliki setiap insan.
1. Integritas
Integritas adalah hal yang sangat melekat dalam hidup setiap manusia. Integritas dibutuhkan ketika kita berinteraksi dengan teman di sekolah, murid, guru, keluarga, rekan kerja, hingga orang yang tidak kita kenal.
Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran. Integritas itu juga adalah wujud keutuhan prinsip moral dan etik dalam kehidupan bernegara.
Komitmen kepada integritas ini bukan saja cara hidup kita menjadi benar tetapi menawarkan kehidupan yang lebih baik. Kita mendapatkan banyak teman, sahabat dan orang orang yang mau menolong kita.
2. Kepercayaan
Kepercayaan adalah salah satu aspek penting dalam sebuah hubungan. Ketika salah seorang siswa dan teman teman di sekolah sudah saling percaya, maka akan timbul rasa aman, nyaman, dan berbagai nilai positif lainnya. Kepercayaan dalam hubungan memberikan dampak positif di antaranya berkurangnya konflik, mudah bekerja sama dengan orang lain.
Contoh sederhananya, mengapa harus ada guru pengawas jika sekolah sedang melangsungkan ujian. secara logika, selain mengurus atau melengkapi administrasi, kehadiran guru juga untuk meminimalisir hal tidak jujur yang bisa dilakukan siswa, yakni bekerja sama dengan teman atau menyontek dengan membuka catatan. Harusnya, kalau siswa sudah terbiasa jujur, maka ada atau tidak ada guru yang mengawas tidak menjadi persoalan.
Sebagai penutup dari tulisan saya yang sederhana ini saya mengutip kata bijak, "Menjadi jujur mungkin tidak membuat Anda memiliki banyak teman, tetapi itu akan selalu membuat Anda menjadi teman yang tepat." −John Lennon.