Rabu, 1 Juli 2026

Dibalik Perjalanan Penjabat Bupati, Hingga Lahir Karya "Nay dan Bunga Lotus"

Photo Author
Nurjayakbe, Nawacita Post
- Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:48 WIB
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi saat menunjukkan Karya Corak Batik khas Majalengka Jagat Maja. Ditengah Launching buku Nay dan Bunga Lotus
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi saat menunjukkan Karya Corak Batik khas Majalengka Jagat Maja. Ditengah Launching buku Nay dan Bunga Lotus

Majalengka, NAWACITAPOST.COM - Kisah yang terangkat dalam sebuah buku karya yang menceritakan tentang perjalanan seorang penjabat selama bertugas di Kabupaten Majalengka.

Buku karya Erlita Widiasih Supandi seorang istri dari Penjabat Bupati Majalengka Dedi Supandi, yang berhasil menuangkan semua kisah selama beberapa bulan dirinya bersama suami menjalani tugas.

Dalam kesempatan yang berbahagia itu, buku yang berjudul Nay dan Bunga Lotus berhasil launching yang dihadiri Pj Ketua TPP PKK Provinsi Jawa Barat dan seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Majalengka.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Majalengka Dedi Supandi mengatakan bahwa selama ditetapkan sebagai Penjabat Bupati Majalengka dirinya terus melakukan layatan kepada seluruh tempat bersejarah dikota angin tersebut.

"Sejarahnya pembuatan buku ini, ketika saya menjabat pertama kali sebagai penjabat Bupati Majalengka, saya melakukan berbagai layatan termasuk diantaranya ialah kepada tokoh pertama Majalengka yaitu pangeran Muhammad," ujar Dedi Supandi ditengah Launching buku, Rabu (30/10/2024).

Perjalanan lahiriyahnya dalam memperdalam karya pengetahuan kepemerintahan dari zaman founding father terlahir nya Kota Majalengka hingga menyingkap tabir soal buah Maja yang melegenda.

Menurutnya, ketika mengupas soal buah Maja yang dikatakan langka, dirinya berhasil mencicipi dan mengenal lebih jauh, sehingga lahirlah karya corak batik khas Majalengka yaitu buah Maja.

"Lanjutnya saya mengungkapkan sebuah cerita soal buah Maja. Saya pernah buka dan mencicipi buahnya yang semakin matang lapisan luarnya makin keras, tapi dalam nya lembur serta manis mirip seperti buah alpukat," ungkapnya.

Keunikan yang dimiliki oleh buah Maja, menjadi daya tarik pj Bupati Majalengka beserta istri untuk membuat karya dalam hal corak batik. Dengan harapan dalam setiap kegiatan resmi Pemerintah Kabupaten Majalengka batik tersebut dipakai oleh para pejabat.

"Dari itu, saya membuat corak baru bagi batik Majalengka, dan corak terbaru karyanya yaitu corak yang bernama buah Maja yang didalamnya menceritakan soal buah Maja dan ciri khas Majalengka yaitu kota angin," jelasnya.

Tak hanya itu, soal Nama dari Nay dan Bunga Lotus ini berasal dari nama Legenda Majalengka yakni Nyi Rambut Kasih (Nay ambet Kasih). Sesuai dengan julukannya yang terkenal sosok perempuan legenda yang sakti mandraguna tak ada tandingannya.

"Majalengka kota angin, berasal dari sosok Nyi Rambut Kasih yang ketika berjalan itu mengundang angin hingga sangat besar angin yang muncul. Maka dari itu sebagai perjalanan lahirnya corak batik," ucapnya.

"Dari itu, saya juga berharap, melalui buku ini para anak anak mampu menunjukkan diri sebagai generasi penerus bangsa yang kreatif, inovatif, juga cerdas mampu meneladani sosok Nay Ambet Kasih," tegasnya.

Dinamika Kota angin itupun tak luput menjadi catatannya yang tertuang dalam Nay dan Bunga Lotus.

Halaman:

Editor: Nurjayakbe

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Terkini

Link Twibbon Hari Santri 2023

Selasa, 17 Oktober 2023 | 22:03 WIB

Apa Itu Umrah Backpacker?

Jumat, 6 Oktober 2023 | 23:05 WIB

Sikap Jujur, Salah Satu Nilai Luhur Sekolah Ananda

Senin, 28 Agustus 2023 | 10:41 WIB