NAWACITAPOST.COM — Di tengah sengitnya persaingan ekonomi global dan ancaman erupsi alam, potensi komoditas pertanian Provinsi Lampung kini didorong penuh untuk melesat melampaui batas batas negara.
Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Sumatera Bagian Barat (Sumbagbar) bersama Bea Cukai Lampung mengambil peran krusial sebagai garda terdepan dalam memacu nilai tambah hasil bumi lokal agar mampu merambah pasar Internasional.
Langkah taktis ini diwujudkan melalui serangkaian program asistensi kepabeanan dan pendampingan ekspor yang agresif kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta koperasi di wilayah Lampung.
Baca Juga: Perkuat Ekonomi Indonesia, Menkeu Suahasil Nazara Ikuti Rapat Terbatas Bersama Presiden Prabowo
Berdasarkan informasi resmi yang diunggah akun Facebook Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada Kamis (1/10/2026), sinergi berkelanjutan ini menegaskan komitmen nyata instansi dalam menjalankan fungsi industrial assistance guna menggerakkan roda perekonomian daerah.
Menyulap Buah Lokal Menjadi Komoditas Berdaya Saing Tinggi
Aksi nyata ditunjukkan oleh Kanwil Bea Cukai Sumbagbar saat menerjunkan timnya mendatangi sentra produksi UMKM Kripik Si Bintang Buah di kawasan Kemiling, Bandar Lampung, pada 24 September 2026.
UMKM binaan ini menjadi contoh hidup bagaimana hasil bumi yang semula biasa, mampu disulap menjadi produk olahan bernilai tinggi melalui sentuhan inovasi.
Dalam rantai produksinya, unit usaha ini mengolah komoditas buah lokal segar—mulai dari pisang muli, nangka, hingga salak—menjadi sajian keripik berkualitas premium.
Langkah tersebut tidak sekadar mendongkrak daya jual komoditas hortikultura, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar serta menyerap hasil panen petani lokal secara langsung.
Sinergi ini terbukti menciptakan dampak ekonomi berantai (multiplier effect) yang kokoh di tingkat tapak.
Menembus Badai Erupsi: Mengawal Pisang Mas Tanggamus ke Luar Negeri
Sementara itu, Bea Cukai Lampung mengasah ketajaman asistensinya dengan menyasar Koperasi Tani Hijau di Kabupaten Tanggamus pada 14 September 2026.
Koperasi penyokong sektor hortikultura ini telah menorehkan prestasi membanggakan sebagai mitra Kawasan Berikat PT Great Giant Pineapple, dengan rekam jejak ekspor pisang mas yang sukses menembus pasar Singapura dan Jepang.
Namun, jalan menuju pasar internasional tak selamanya mulus. Para petani dan pengurus koperasi harus berhadapan dengan tantangan berat berupa paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau yang kerap merusak estetika dan kualitas fisik buah pisang.
Dalam sesi diskusi mendalam, Bea Cukai Lampung hadir membedah secara menyeluruh peta produksi, skema diversifikasi produk, hingga kendala teknis dalam rantai pasok dan pemasaran ekspor.
Kehadiran Bea Cukai menjadi sarana krusial untuk merumuskan solusi atas tantangan alam tersebut, sehingga standar mutu komoditas ekspor tetap terjaga dengan ketat.
Komitmen Berkelanjutan Pemacu Ekspor Daerah
Dukungan tanpa henti terhadap para pejuang ekonomi daerah ini menegaskan dedikasi Bea Cukai dalam mengawal UMKM naik kelas.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Netty Hartawati, menegaskan bahwa pendampingan secara konsisten adalah kunci utama dalam membangun daya saing komoditas nasional di kancah global.
“Bea Cukai terus menjalankan fungsi industrial assistance melalui pendampingan dan pemberian panduan kepada pelaku usaha. Kami berharap program asistensi ini dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha dan turut mendorong peningkatan performa ekspor dari sektor UMKM, termasuk di Lampung,” ujar Netty.
Melalui integrasi pendampingan dari Kanwil Bea Cukai Sumbagbar dan Bea Cukai Lampung, rantai pasok komoditas pertanian daerah kini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan domestik, melainkan terus ditempa untuk menjadi komoditas unggulan yang tangguh melintasi samudera.
Artikel Terkait
Mewah dan Megah, Bea Cukai Biak Kawal Singgah Kapal Pesiar Silver Cloud
Tembus Rp210 Triliun, Kinerja Bea Cukai Perkasa Kumpulkan Penerimaan dan Hantam Penyelundupan
Geger Skandal Solar Subsidi di Tapteng, Manajemen SPBU Muara Nibung Bungkam!
Pacu Tenggat Tahap Tiga, Jutaan Warga Belum Terdata Bisa Mandiri Ajukan Bansos
Menembus Puing Kebakaran Praihambuli: Aksi Solidaritas Resort Peternakan Ringankan Duka Aleks