Senin, 28 September 2026

Picu Ekonomi Daerah, Bea Cukai Jambi Kawal Ekspor Perdana Kawasan Berikat PT KTN

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 28 September 2026 | 20:40 WIB

NAWACITAPOST.COM — Bea Cukai Jambi kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendongkrak pertumbuhan industri berorientasi ekspor.
 
Langkah ini dibuktikan melalui pengawalan penuh pada kegiatan ekspor perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha (KTN), perusahaan yang resmi mengantongi fasilitas Kawasan Berikat, Selasa (22/9/2026).

Pelepasan ekspor perdana tersebut dihadiri langsung oleh jajaran pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kanwil Bea Cukai Sumatera Bagian Timur, Kanwil DJPB Provinsi Jambi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Bea Cukai Palembang, serta KPP Pratama Jambi Telanaipura dan KPP Pratama Pelayangan.
 

Fasilitas Kawasan Berikat sendiri merupakan instrumen fiskal strategis pemerintah untuk menggenjot daya saing industri nasional.
 
Melalui insentif ini, perusahaan mendapatkan kemudahan kepabeanan berupa penangguhan bea masuk serta pembebasan pajak dalam rangka impor atas bahan baku yang diolah untuk tujuan ekspor.

Kepala Kantor Bea Cukai Jambi, Dafit Kasianto, menegaskan bahwa momen ekspor ini menjadi tolok ukur krusial dalam menguji efektivitas insentif fiskal terhadap akselerasi ekonomi daerah.

“Hari ini yang kita lepas bukan sekadar ekspor. Ini adalah ekspor perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha setelah memperoleh fasilitas Kawasan Berikat. Bagi Bea Cukai Jambi, ini menjadi awal untuk melihat apakah fasilitas yang diberikan negara benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih besar,” ujar Dafit.
 

Dafit menjelaskan, kendati PT KTN telah menjalankan produksi sebelumnya, penetapan status Kawasan Berikat ini diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi proses bisnis secara signifikan sekaligus membuka ruang ekspansi yang jauh lebih luas.

Kendati demikian, Bea Cukai Jambi memastikan penegakan fungsi pelayanan dan pengawasan tetap berjalan selaras tanpa kompromi.

“Peran kami ada dua dan keduanya harus berjalan bersama, melayani sekaligus mengawasi. Kami memberikan kemudahan kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan, tetapi pengawasan, IT inventory, administrasi, dan akuntabilitasnya juga harus tetap kuat,” tegasnya.

Ia menambahkan, tolok ukur keberhasilan insentif fiskal tidak berhenti pada aspek administratif semata, melainkan wajib memberikan dampak multidimensional bagi perekonomian regional.
 

“Fasilitas bukan tujuan akhir. Fasilitas harus menjadi economic enabler yang mendorong investasi, ekspor, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi Jambi, dengan pengawasan yang tetap kuat. Kami ingin memastikan kehadiran Bea Cukai memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian, bukan hanya menyelesaikan proses administrasi,” imbuhnya.

Capaian ekspor perdana berbasis fasilitas Kawasan Berikat ini menjadi indikator positif bagi iklim investasi di Provinsi Jambi sekaligus mempercepat agenda hilirisasi industri nasional.
 
Sinergi solid antara pemerintah dan dunia usaha diyakini mampu memperkuat rantai pasok lokal dan memperluas penyerapan tenaga kerja.

“Harapan kami, ekspor hari ini bukan menjadi titik akhir, tetapi titik awal. Industri tumbuh, ekspor meningkat, lapangan kerja bertambah, ekonomi Jambi bergerak dan semuanya tetap dalam tata kelola dan pengawasan yang baik,” pungkas Dafit.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini