Minggu, 27 September 2026

Khofifah Bidik Pasar Global, Ekosistem Halal Jatim Diperkuat Lewat FESyar 2026

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 27 September 2026 | 01:06 WIB
Khofifah Indar Parawansa mendampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya
Khofifah Indar Parawansa mendampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan industri halal di Jawa Timur agar mampu menembus pasar global. Upaya tersebut didukung oleh potensi ekonomi syariah, mulai dari ratusan ribu sertifikat halal, ribuan pesantren, hingga kerja sama perdagangan internasional.

Komitmen itu disampaikan Khofifah saat mendampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Khofifah mengatakan, Jawa Timur memiliki modal besar untuk mengembangkan industri halal. Namun, potensi tersebut perlu didukung penguatan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari produksi, sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur, mencakup sekitar 1,8 juta produk. Capaian tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

"Penguatan ekosistem halal Jawa Timur sendiri terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insya Allah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh," ujar Khofifah.

Selain sektor industri dan pariwisata, Jawa Timur juga memiliki potensi besar di bidang keuangan syariah. Khofifah menyebut nilai aset perbankan syariah di provinsi tersebut mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp857,63 triliun.

Menurut dia, penguatan industri halal perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor keuangan syariah. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki dukungan pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran.

Jawa Timur juga mulai memperluas kerja sama perdagangan industri halal ke pasar internasional. Salah satunya melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Arab Saudi di Jeddah yang mencatatkan transaksi lebih dari Rp6,7 triliun.

Khofifah mengatakan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan kunjungan investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari mendatang.

"Ini akan diikuti dengan kunjungan tim investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi pengembangan ekosistem dan industri halal yang sedang kita tumbuh kembangkan," katanya.

Jawa Timur sebelumnya juga meraih penghargaan Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian dalam pengembangan industri halal di daerah.

Khofifah berharap FESyar 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk dan pertemuan pelaku usaha. Lebih dari itu, festival tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan serta membuka peluang bagi produk lokal untuk bersaing di pasar internasional.

"Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai," ujarnya.

Menurut Khofifah, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah tidak cukup diukur dari besarnya aset keuangan. Dampak nyata terhadap masyarakat dan pelaku usaha juga harus menjadi perhatian.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini