Minggu, 27 September 2026

Dari Panggung Hadroh ke Ekonomi Syariah, FESyar 2026 Pakai Cara Tak Biasa

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 27 September 2026 | 22:54 WIB

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM — Ekonomi syariah ternyata tak hanya bicara soal bisnis, pembiayaan atau produk halal. Di FESyar Regional Jawa 2026, nilai-nilai ekonomi syariah juga dikemas melalui seni Islami, salah satunya lewat lomba Hadroh Banjari.

Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian FESyar Regional Jawa 2026 sekaligus cara Bank Indonesia memperkenalkan nuansa Islami dan literasi ekonomi syariah dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Deputi Direktur Bank Indonesia Jawa Timur, Yono Haryono, Ph.D., mengatakan FESyar dirancang sebagai ruang terpadu yang mempertemukan berbagai kebutuhan dalam pengembangan ekonomi syariah.

“Kami harapkan bapak ibu bisa kunjungi gelaran FESyar Jawa. Ini one stop shop. Ada halal food, mau konsultasi sertifikasi halal ada, pembiayaan juga ada,” ujar Yono.

Menurutnya, FESyar merupakan multi event yang melibatkan berbagai unsur dari wilayah Jawa. Masyarakat, pelaku usaha, lembaga keuangan hingga pemangku kepentingan ekonomi syariah dipertemukan dalam satu ekosistem.

Menariknya, ruang tersebut tak hanya diisi kegiatan ekonomi. Seni dan budaya bernuansa Islami turut mendapat panggung, termasuk kompetisi Hadroh Banjari.

“Termasuk kegiatan lomba hadroh banjari. Kami ingin mengangkat musik nuansa Islami dalam konteks mengembangkan ekonomi syariah. Ini jadi salah satu momentum,” katanya.

Hadroh Banjari pun tidak sekadar diposisikan sebagai ajang adu kreativitas. Kegiatan ini menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai Islam sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang ekonomi syariah melalui pendekatan seni dan budaya.

Konsep tersebut memperlihatkan bahwa ekonomi syariah memiliki ruang yang luas. Bukan hanya produk halal dan layanan keuangan, tetapi juga bersinggungan dengan seni, budaya, kewirausahaan hingga industri kreatif.

Melalui FESyar Regional Jawa 2026, Bank Indonesia bersama para pemangku kepentingan mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar tidak berhenti pada seremoni, tetapi tumbuh menjadi ekosistem yang dekat dengan masyarakat dan memberi ruang lebih besar bagi pelaku usaha. ***

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini