NAWACITAPOST.COM – Wakil Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Pdt. Rio Pattiselanno, dari Fraksi PSI, menggelar reses pada Selasa, 11 Februari 2025, di Gereja Kinibalu, Sawahan, Surabaya.
Dalam masa reses sidang I masa persidangan kedua tahun 2025 ini, ia menyoroti peningkatan layanan darurat 112, khususnya dalam hal kecepatan respon dan kesiapan tim lapangan.
Dalam reses tersebut, Pdt. Rio Pattiselanno menekankan bahwa layanan darurat 112 harus didukung oleh ketersediaan tim lapangan yang cukup. Menurutnya, fast response (respon cepat) tidak cukup jika tidak diiringi dengan kesiapan personel di lapangan untuk menangani situasi darurat.
"Layanan 112 ini sudah bagus dalam hal respons awal, tapi yang lebih penting adalah bagaimana tim di lapangan benar-benar siap untuk menangani setiap panggilan darurat dengan cepat dan tepat," ujar Pdt. Rio.
Ia menjelaskan bahwa ketersediaan tim medis, petugas kebakaran, dan tenaga penyelamat lainnya sangat krusial dalam memastikan keselamatan warga. Jika tim lapangan tidak cukup, maka penanganan darurat bisa terhambat, yang berakibat fatal bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan segera.
Pdt. Rio menyoroti salah satu kasus yang menunjukkan kelemahan sistem saat ini. Ia mengungkapkan bahwa pernah terjadi kejadian di mana seorang warga yang sakit meminta ambulans melalui layanan 112, namun, karena keterlambatan, warga tersebut membatalkan karena pasien sudah meninggal dunia.
Baca Juga: Kinerja Buruk OPD dan BUMD Surabaya? Imam Syafi’i: Harus Ada Evaluasi dan Pergantian Pejabat!
“Kemarin ada laporan bahwa ambulans yang seharusnya datang dalam hitungan menit justru baru tiba setelah 27 menit. Pelapor sempat membatalkan laporannya karena pasien sudah meninggal,” ungkapnya.
Menurut informasi yang diterima, keterlambatan tersebut terjadi karena tim medis yang tersedia sedang menangani kecelakaan lain di lokasi berbeda. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah tenaga medis dan ambulans yang tersedia masih belum mencukupi untuk menangani beberapa kejadian darurat secara bersamaan.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Pdt. Rio Pattiselanno mendorong Pemerintah Kota Surabaya untuk menambah jumlah petugas darurat medis serta memastikan ketersediaan ambulans di setiap area kota. Dengan demikian, setiap panggilan darurat bisa ditangani lebih cepat tanpa harus menunggu tim dari lokasi lain yang mungkin sedang menangani kasus berbeda.
Baca Juga: Warga Benowo Keluhkan Pavingisasi dan Drainase, Yona Bagus Siap Kawal Aspirasi
“Kita perlu memastikan bahwa setiap wilayah di Surabaya memiliki petugas medis dan ambulans yang standby. Jangan sampai nyawa warga melayang hanya karena keterbatasan tim lapangan,” tegasnya.
Ia berharap Pemkot Surabaya segera mengevaluasi layanan darurat 112 dan melakukan perbaikan yang diperlukan, termasuk peningkatan jumlah tenaga medis serta distribusi ambulans yang lebih merata di seluruh kota.