Minggu, 12 Juli 2026

Warga Babatan Keluhkan Pembangunan Pasar Terhambat Masalah Fasum, Komisi A Surabaya Siap Tindak Lanjut

Photo Author
Nawi., Nawacita Post
- Sabtu, 2 November 2024 | 14:37 WIB

NAWACITAPOST.COM – Masalah Fasilitas Umum (Fasum) kembali muncul karena status kepemilikan yang belum diserahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya. Hal ini menjadi kendala dalam pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Kota Surabaya Nomor 11 Tahun 2024 yang mengatur penyerahan prasarana, sarana, dan utilitas di berbagai kawasan kepada pemerintah daerah.

Salah satu keluhan terkait fasum ini datang dari warga Kelurahan Babatan, Kecamatan Wiyung, Surabaya. Warga RT 01 hingga RT 04 di RW 04 menyampaikan aspirasi mereka kepada Anggota DPRD Surabaya, Yona Bagus Widiyatmoko, yang juga Ketua Komisi A DPRD Surabaya, saat kegiatan reses pada Jumat, (1/11/2024).

Ketua RW 4, Ibu Noek Mariana, menjelaskan bahwa status fasum yang belum diserahkan pengembang menghambat rencana pembangunan pasar warga yang dinantikan sebagai pusat kegiatan UMKM di RW 04.

Baca Juga: Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Respons Cepat BPBD Tangani Rumah Ambruk di Kecamatan Semampir

"Kami memerlukan kepastian terkait penyerahan tanah fasum agar pembangunan pasar warga dapat segera terlaksana," ungkap Noek Mariana.

Selain itu, warga juga berharap adanya atap untuk pasar UMKM agar aktivitas pasar tetap nyaman meski cuaca berubah. “Dengan atap, pasar UMKM bisa lebih nyaman dan tetap beroperasi, baik saat panas atau hujan,” tambah Ketua RT 1, Bapak Moehyidin.

Menanggapi aspirasi ini, Yona Bagus, politisi Gerindra dan Ketua Komisi A DPRD Surabaya, memberikan bantuan sebesar Rp 10 juta untuk sarana dan prasarana.

Baca Juga: Tubagus Lukman Amin Siap Kawal Penertiban Agen Mihol Dekat Masjid

Bantuan ini diharapkan membantu memecahkan sebagian dari permasalahan yang ada. Ketua RT 2, Ibu Diana, menyambut baik bantuan tersebut dan berharap akan ada tindak lanjut untuk isu-isu lainnya.

Dalam reses tersebut, warga juga menyuarakan kebutuhan terkait program "Surabaya Kota Layak Anak." Mereka meminta fasilitas yang memadai bagi anak-anak, terutama di tingkat PAUD, termasuk toilet yang memenuhi standar kesehatan lingkungan. “Kami berharap segera ada toilet yang layak untuk mendukung kesehatan anak-anak,” ujar Ketua RT 3, Ibu Mei Linda.

Selain itu, permintaan pemasangan rambu atau lampu penyeberangan di SDN IV Babatan juga diusulkan demi keamanan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah. Ketua RT 4, Bapak Margono, menekankan bahwa keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama.

Baca Juga: Reses Muhaimin, Warga Sidosermo Harapkan Perluasan Area Makam Adat

Menanggapi aspirasi ini, Yona Bagus berkomitmen untuk membawa persoalan tersebut ke komisi DPRD Surabaya agar dibahas lebih lanjut. “Kami akan kawal aspirasi ini dan menyampaikannya kepada pemerintah kota. Karena ini untuk kepentingan warga," tutupnya. ***

Editor: Nawi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini