Jumat, 5 Juni 2026

Semarakkan Tahun Baru Hijriyah 1446, LP Ma'arif MWC NU Kertosono Gelar Pawai Ta'aruf

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Senin, 22 Juli 2024 | 06:00 WIB
Peserta pawai ta'aruf dari Banom NU yakni Fatayat NU dengan nomor urut 04 (Foto Sakera Nawacita)
Peserta pawai ta'aruf dari Banom NU yakni Fatayat NU dengan nomor urut 04 (Foto Sakera Nawacita)

Imam memaparkan, untuk Abila sendiri tidak hanya yatim tapi juga dhuafa, itu juga dilaksanakan pembinaan terkait dengan kegiatan pendidikannya, baik itu pendidikan umum maupun keagamaan," terangnya.

Baca Juga: Akibat Gelar Apel Kesetiaan dan Upgrading, Ketua PC GP Ansor Buka Suara 

Sementara itu Pj Ketua MWC NU Kertosono Moh Ali Imron ketika diwawancarai mengatakan, kebetulan hari ini kita banyak kegiatan, termasuk apa yang besar MWC NU Kertosono, yang pertama yaitu adalah pawai ta'aruf.

Pj Ketua MWC NU Kertosono Moh Ali Imron ketika diwawancarai (Foto Sakera Nawacita)

"Pawai ta'aruf itu dilaksanakan bekerjasama antara MWC NU dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat, jadi ini adalah merupakan kegiatan yang anjuran atau edaran dari Kemenag Nganjuk, kemudian ke KUA - KUA se-Kabupaten Nganjuk untuk melaksanakan pawai," kata Moh Ali Imron.

Baca Juga: Bangun Kekompakan Banser, PAC GP Ansor Kertosono Gelar Apel Kesetiaan

Moh Ali Imron menambahkan, pada pagi tadi pukul 07.00 WIB kita melaksanakan kegiatan sampai sekitar jam 10.00 WIB, dan nanti setelah itu kita lanjutkan dengan kegiatan MWC NU yang lain.

"Kegiatan lain dimaksud yaitu yang dikomadani oleh Pak Imam (Imam Syafi'i red) itu sebagai pelaksana panitia santunan 350 yatim dan dhuafa, kemudian setelah itu nanti di akhiri dengan pengajian umum bersama Gus Ahmad Muwafiq dari Yogyakarta," imbuh eks sekretaris MWC NU Kertosono itu kepada wartawan Nawacitapost.com.

Baca Juga: Harlah Ansor Ke-89, Ini Makna Logo Yang Diluncurkan PP GP Ansor

Moh Ali Imron mengungkapkan, yang jelas kita tahu bahwa Muharram itu adalah tahun yang dimuliakan oleh Allah, jadi tahun yang sangat mulia.

"Dikarenakan begitu mulianya, orang-orang Jawa itu takut dengan kemuliaan itu, sehingga enggak berani melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya sunatan dan mantunya enggak berani," paparnya.

Masih bersama Moh Ali Imron, dikarenakan merupakan tahun awal terbentuknya tahun Hijriyah, sehingga kegiatan-kegiatan itu dipusatkan untuk kegiatan-kegiatan ibadah.

Baca Juga: MWC NU Diwek Gelar Bahtsul Masail di PBI Giri Majdi

"Kegiatan-kegiatan ibadah itu adalah termasuk santunan anak yatim, dan ibadah-ibadah yang lainnya, yang biasa dilakukan oleh MWC NU Kertosono," ucapnya.

Moh Ali Imron berpesan kepada yatim yang menerima santunan, tetap bersyukur walaupun bantuan itu kecil atau bantuan itu tidak seberapa.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini