Ada ukuran lain yang jauh lebih penting: apakah warga yang terdampak kebijakan masih mampu menghidupi keluarganya?
Ketika pedagang sampai harus menjual perkakas dagangan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, pemerintah seharusnya tidak cukup hanya berbicara tentang relokasi dan normalisasi.
Pak Eri, jangan sampai pembangunan Surabaya terlihat semakin rapi, tetapi kehidupan rakyat kecil justru semakin berantakan. Jangan sampai pemerintah berhasil membongkar lapak, tetapi gagal memberikan jalan bagi warganya untuk kembali mencari nafkah.
Sebab, penataan kota seharusnya memanusiakan manusia, bukan justru membuat rakyat kehilangan pegangan hidup. ***