Rabu, 8 Juli 2026

Agoeng Prasodjo Desak Audit Total Data: Rumah Reyot Bisa Masuk Desil 8, Bantuan Pun Hilang

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Rabu, 8 Juli 2026 | 18:50 WIB
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar, Agoeng Prasodjo
Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar, Agoeng Prasodjo

Agoeng mengaku paling banyak menerima laporan dari warga Daerah Pemilihan (Dapil) IV Surabaya, meski ia meyakini persoalan serupa juga terjadi di berbagai wilayah lain.

"Di Dapil 4 banyak sekali laporan seperti ini. Saya yakin bukan hanya di Dapil 4, hampir seluruh Surabaya ada kasus serupa," ujarnya.

Ia menyebut hingga kini belum terlihat langkah perbaikan yang signifikan dari pemerintah daerah terhadap berbagai keluhan masyarakat mengenai hasil pengelompokan desil.

Karena itu, Agoeng meminta Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, turun langsung mengevaluasi proses pendataan yang menjadi dasar penyusunan DTSEN.

"Wali kota harus turun tangan sendiri. Perencanaan ada di pimpinan, pelaksanaan ada di bawah. Kalau banyak laporan seperti ini, harus segera dievaluasi," pungkasnya.

Sistem Desil Jadi Penentu Bantuan

Pemerintah pusat menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis berbagai program bantuan sosial. Dalam sistem tersebut, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil, di mana Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan Desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi.

Status desil menjadi salah satu acuan penyaluran berbagai bantuan pemerintah, seperti bantuan pangan, bantuan sosial, hingga sejumlah program perlindungan sosial. Karena itu, akurasi pendataan menjadi faktor krusial agar tidak terjadi kesalahan sasaran yang merugikan masyarakat miskin. ***

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini