Kamis, 9 Juli 2026

BUDAYA NIAS WARNAI MISA INKULTURASI KOMUNITAS NIAS KATOLIK PERAWANG, KABUPATEN SIAK

Photo Author
Sokhiaro Halawa, Nawacita Post
- Minggu, 23 November 2025 | 22:28 WIB
Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat
Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat

 

Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat
Inkulturasi merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat

Siak, Perawang, Nawacitapos ibadah Misa Inkulturasi komunitas Nias Katolik Perawang kabupaten siak - Riau
Ibadah inkulturasi adat Nias bermakna sebagai proses pengintegrasian nilai-nilai, simbol, dan ekspresi budaya lokal Nias ke dalam perayaan iman atau ritual keagamaan (khususnya Kristen), tanpa menghilangkan inti ajaran agama tersebut.

Ibadah inkulturasi adat Nias bermakna sebagai proses pengintegrasian nilai-nilai, simbol, dan ekspresi budaya lokal Nias ke dalam perayaan iman atau ritual keagamaan (khususnya Kristen), tanpa menghil
Tujuannya adalah untuk memperkaya penghayatan iman umat melalui medium budaya yang relevan dan kontekstual bagi mereka dan juga
merupakan pengintegrasian pengalaman Kristiani sebuah Gereja lokal ke dalam kebudayaan setempat sehingga dapat menciptakan suatu kesatuan dan persatuan yang baru, kebudayaan juga sebagai unsur yang memperkaya Gereja.

Minggu, (23,November 2025) Pukul : 09.00 Wib Misa Inkulturasi yang dilaksanakan oleh Komunitas Nias Katolik Perawang berjalan dengan sukses dan meriah dengan Menggunakan Pakai campuran warna Kuning, merah,Hitam,baju Nias, dan topi mahkota khas Adat Nias.
acara dilaksanakan di Gereja Paroki St Yohanes Pembaptis Perawang, acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB.

acara diawali dengan Pemberian Topi Mahkota kepada Pastor Paroki, Romo P. Antonius Dwi Raharjo, SCJ,Pastor Thomas Maduwu, OFM. Cap,Pastor Is Bryan Bowo Pengestu, SCJ, mengakat Patun Tuhan Yesus sekaligus arak-arakan Tari Baluse/Tari Perang Nias untuk mengantarkan umat ke dalam Gereja. Misa/ibadah dipimpin oleh Pastor Thomas Maduwu, OFM. Cap asal Suku Nias di dampingin Oleh Pastor Paroki, Romo P. Antonius Dwi Raharjo, SCJ dan Pastor Is Bryan Bowo Pengestu, SCJ

Umat yang hadir didominasi oleh etnis dari suku Nias Katolik dari berbagai Paroki/Stasi yang ada di Kabupaten Siak dan Riau dengan berpakaian beragam macam model baju adat dari Pulau Nias.

Misa Inkulturasi yang dilaksanakan oleh etnis suku Etnis Nias Katolik Perawang berjalan dengan sukses dan meriah

"Hari ini sungguh luar biasa, refleksi sederhana saya ketika melihat tarian perang Nias tadi , saya sempat bartanya dalam hati adat kami Nias yang di bawakan oleh Etnis nias Katolik Perawang selalu melestarikan kebudayaan,saya di Undang dua kali di Acara Inkulturasi etnis Nias Perawang Tiga Tahun yang lalu,namun hari ini Ternyata saya meyakininya bahwa semuanya untuk kemuliaan Tuhan, yang ingin dicapai dengan tarian semacam itu untuk menjaga Kristus itu sendiri". Ujar Romo Thomas
pada saat menyampaikan Kata sambutan di acara berlangsung ibadah Misa inkulturasi etnis Nias Katolik Perawang.

"Saya tetap mempelajari dan sangat suka Kebudayaan berbagai Suku salah satunya Suku saya sendiri kebudayaan Nias dan terus belajar untuk melestarikan kebudayaan tersebut karena sejarah Nias terutama Nias di Perawang Kabupaten Siak - Riau ini, para leluhur kita yang lebih dulu ada disini tetap dengan setia memperhatikan bahwa iman akan Kristus adalah sesuatu yang berharga,"Tuturnya

Ketua Panitia Inkulturasi etnis Nias Katolik Perawang Carolus Ndruru ,menyampaikan "persiapan misa inkulturasi ini hanya tiga bulan. Kurang lebih kita sepakat memberi istilah Misa Inkulturasi Komunitas Nias Katolik Perawang, semua kita persiapkan dengan kerja keras, jadwal latihan kita perpadat dan puji Tuhan bisa terlaksana dengan baik walupun banyak Sana - sini Kekurangan,dimana kekurangan kami sebagai panitia mejadi pengalaman untuk memperbaiki nya kedepan,"ucap Karolus

"saya sangat juga gembira, bahagia dan merasakan sebuah hal yang nyata tentang kebersamaan antara orang Nias Katolik yang ada di Perawang, selama ini kita tidak saling mengenal dan sekarang kita saling berbaur dan ini sangat luar biasa, terimaksih kepada pihak Gereja Paroki St.Yohanes Pembaptis Perawang, dan terutama kepada Romo Thomas yang jauh - jauh dari Sumatera Utara meluangkan waktunya datang ke Riau Perawang sudah dua kali memimpi Misa Inkulturasi etnis Nias Katolik Perawang serta para donatur dan semua pihak lainnya yang telah berkontribusi sehingga acara ini terlaksana untuk memuliakan nama Kristus, semoga jerih lelah semuanya dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya juga berharap Komunitas Nias Katolik Perawang ini tidak berhenti disini saja, namun berkelanjutan sebagai wadah tempat kita berkumpul untuk membangun kekompakan serta persaudaraan dalam Kristus". Pungkasnya.

Misa Inkulturasi komunitas Nias Katolik Perawang turut dihadiri oleh Ketua Ketua Himpunan Masyarakat Nias Indonesia ( HIMNI) Kabupaten Siak berserta Badan pengurus Harian ( BPH) Sokhiaro Halawa,Kharisman Gulo, S.Th ,Ketua Ikatan keluarga Gulo ( IKG) Sitihartati Gulo, S.Th ,di meriahkan oleh Sanggar Lompat Nisel Riau serta Tim Ibu - ibu Sanggar Nisel dari Pekan baru dan Masyarakat Siak Asal Nias serta tokoh-tokoh lainnya. Setelah misa/ibadah selesai acara dilanjutkan dengan Tarian Maena Massal Nias di depan Gereja sekaligus pemberian kenang-kenangan kepada Pastor/Romo Pastor Thomas Maduwu, OFM. Cap asal Suku Nias di dampingin Oleh Pastor Paroki, Romo P. Antonius Dwi Raharjo, SCJ dan Pastor Is Bryan Bowo Pengestu, SCJ berupa baju rompi adat Nias,Kalung adat Nias kemudian acara dilanjutkan tarian moyo yang di bawakan oleh Putri - putri Siak asal Nias,Lompat Batu dengan di lanjutkan "Ramah Tamah" di sebelah lantai I aula Gereja St.Yohanes Pembaptis Perawang.
Misa Inkulturasi Nias Katolik Padang ini diikuti kurang lebih 1000 orang umat. ( Sokhiaro Halawa)

 


|

Editor: Sokhiaro Halawa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini