Baca Juga: Perkopindo dan Pertapin Jatim Komitmen Tingkatkan Kualitas Jasa Konstruksi
"Jadi sebenarnya kita melanjutkan meniru apa yang dilakukan oleh manusia-manusia terbaik yang Allah ciptakan di muka bumi ini, bagaimana mereka mendapatkan anak," ungkap Habib Jaf'ar
Sekaligus, kita meyakinkan diri kita bahwa ujian para nabi itu di antaranya adalah lama memiliki anak tapi itulah waktu yang tepat," pungkasnya.
Sementara itu, Founder ASHA IVF Indonesia, Dr. dr. Amang Surya P., SpOG., F-MAS, menyampaikan sejumlah informasi penting terkait perkembangan teknologi fertilisasi in vitro (IVF) dalam acara "Doa Akbar Pejuang Dua Garis" yang diadakan bekerja sama dengan Klinik IHC Rumah Sakit PHC Surabaya.
Baca Juga: Gandeng Jurnalis dan Konten Kreator, PDAM Surabaya Lestarikan Sumber Air di Pasuruan
Acara ini dihadiri oleh lebih dari 1000 peserta, termasuk lebih dari 500 pasangan dari berbagai daerah di Jawa Timur, ada juga yang dari Jawa Barat, bahkan Malaysia, dan Belanda ada yang turut hadir.
Dengan acara ini, Dr. Amang memastikan, kedepan Asha IVF akan memadukan teknologi medis dengan prinsip syariah Islam.
"Mudah-mudahan yang akan datang nanti kita bisa bantu para pejuang dua garis ini dengan teknologi yang ada saat ini tapi dengan syariah Islam. Ada yang disebut dengan IVF syariah, saat ini kita kenalkan dulu," ujarnya.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Lamongan Sosialisasi Perlindungan Pekerja Konstruksi
Ia juga mengungkapkan bahwa di Indonesia, pada tahun 2022, terdapat 13.000 cycle pasangan yang sudah ditangani dengan teknologi bayi tabung. Namun, jumlah ini menunjukkan bahwa masih banyak pasangan yang belum mendapatkan penanganan.
"13.000 itu jumlah cycle jumlah pasangan yang tertangani dengan baik tabung di Indonesia dalam satu kurun waktu Tahun 2022, jadi artinya masih banyak pasangan yang belum bisa tertangani," jelasnya.
Dr. Amang Surya menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dalam pasangan suami istri untuk melkukan program IVF, bukan hanya dari segi finansial tetapi juga keberanian untuk mengikuti program ini.
Baca Juga: Polda Jatim, BKKBN, dan Unidha Tandatangani MoU untuk Cegah Stunting
"Ini tentu banyak masalah ya, jadi seperti yang saya sebutkan tadi, bukan hanya masalah finansial saja tapi kadang-kadang keberanian untuk mengikuti program ini juga masih menjadi masalah tersendiri," tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa teknologi saat ini telah berkembang pesat, tidak hanya dalam stimulasi, tetapi juga dalam memikirkan hasil akhir dari program IVF.
Artikel Terkait
Mengenang Kerusuhan Kudatuli, PDI Perjuangan Surabaya Teladani Kegigihan Para Tokoh
Eri Cahyadi - Armuji Bersiap Terima Rekom, PDIP Surabaya Siap All Out
Akhirnya, Rekomendasi PDIP turun ke Eri Cahyadi-Armuji untuk Pilkada Surabaya
Fraksi Demokrat-NasDem: Penetapan APBD Surabaya Harus Sesuai Aturan
Konflik Warga Manyar dengan Sekolah Petra, DPRD Surabaya Minta Utamakan Kepentingan Anak Sekolah
Komisi A DPRD Surabaya Dorong Jaminan Asuransi untuk Pengurus Masjid
Iuran RW Tompotika Tuai Kritik: DPRD Surabaya Pertimbangkan Langkah Hukum
Apel Akbar 5000 Satgas PDI Perjuangan di Surabaya, Siap Kawal Pilkada 2024