NAWACITAPOST.COM — Misteri terhempasnya nyawa Sumarna, petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan tewas tenggelam dengan kedua tangan terborgol pada Jumat (24/7/2026), kian memanas. Kasus dramatis yang menyita perhatian publik ini kini memasuki babak baru seiring menyeruaknya rumor di media sosial mengenai dugaan keterlibatan kelompok geng motor.
Di jagat maya, unggahan viral bahkan telah menyebarkan foto wajah sejumlah pria yang disinyalir berkaitan dengan tragedi terborgolnya sang satpam. Tak hanya itu, spekulasi kian membara setelah munculnya temuan coretan vandalisme berinisial kelompok "RPM" dan "GBR" di sekitar tanggul tempat korban bertugas.
Pihak kepolisian pun mengonfirmasi bahwa mereka tidak tinggal diam dan tengah mendalami segala lini kemungkinan, termasuk riak rumor geng motor tersebut.
Baca Juga: Ngeyel Ditegur Satpam Bundaran HI, Oknum Polisi Pengemudi Alphard Ditindak Propam
“Ada beberapa postingan di media sosial yang mengaitkan ada beberapa kelompok ya, kelompok dari pengemudi sepeda motor ya, kelompok-kelompok ini ya geng-geng motor lah bahasanya. Dan sudah cukup viral,” ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan di Polda Jawa Barat pada Senin (27/7/2026).
Meski foto-foto terduga anggota geng motor sudah terlanjur beredar luas, polisi menegaskan tetap melangkah secara terukur dan profesional.
“Kami masih mengedepankan asas praduga tidak bersalah dulu ya, sebelum bukti permulaannya cukup kuat ini untuk memasukkan yang bersangkutan sebagai tersangka atau tidak,” jelas Hendra.
Kesaksian Kepala Desa Soal Teguran Vandalisme
Di tengah simpang siur isu perselisihan panas sebelum korban tewas, Kepala Desa setempat memberikan klarifikasi langsung saat bertemu Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kades meluruskan bahwa almarhum Sumarna hanya sebatas menegur secara baik-baik terkait maraknya vandalisme di area tanggul, tanpa adanya pertikaian fisik.
Baca Juga: Dalih Kebutuhan Riil, SMAN 7 Padang Sebut Anak APH Juga Bayar Komite
“Ini di tanggul itu corat-coret seperti ‘Ini gaya aing’ gitu, di sananya ada RPM dan GBR. Saya denger dari anak-anak karang taruna di sana, memang Almarhum itu pernah memanggil karena tidak diketahui siapa yang nulisnya,” ucap Kades, dikutip dari unggahan YouTube Dedi Mulyadi pada Rabu (29/7/2026).
“Yang ditanya, yang dipanggil mungkin RPM atau GBR, menanyakan siapa yang corat-coret. Dia nggak ngaku, Almarhum pesan, ‘Tolong lah kalau ada yang merasa mencoret ini, dihapus aja,’ gitu,” lanjutnya.
Kades menepis tudai adanya interaksi brutal atau percekcokan saat teguran itu disampaikan.
“Tidak, tidak berkonflik. Dia hanya menanyakan itu dan tidak ada keributan,” imbuhnya.
Penyelidikan Maraton Terus Bergulir
Penemuan jasad Sumarna yang masih mengenakan seragam petugas keamanan lengkap dengan tangan terikat borgol di dalam perairan Waduk Jatiluhur meninggalkan tanda tanya besar. Apakah ini aksi kejahatan terencana atau ada konspirasi lain di baliknya?
Artikel Selanjutnya
Sidak Jam 3 Pagi, Kepala BGN Dicurhati Kepala SPPG Kerumitan Penyaluran MBG
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.
Artikel Terkait
Sidak Jam 3 Pagi, Kepala BGN Dicurhati Kepala SPPG Kerumitan Penyaluran MBG
Sineas Muda Berjaya: Jovan Putra Jaya Telaumbanua Kuasai Panggung Juara Video JNE Content Competition 2026!
Dilema Biaya Sekolah: Kepala SMAN 7 Padang Buka Suara Soal Sumbangan Komite 'Setengah Wajib'
Geger Kasus Pencabulan Siswa SD di Tanjungbalai, Suami Oknum Guru Ditetapkan Tersangka!
Permendikbud Nomor 75 Jadi Payung Hukum Utama Sumbangan Komite Sekolah di Padang