NAWACITAPOST.COM — Pekik semangat kemandirian dan kepedulian lingkungan membakar atmosfer Kota Bandung. Selasa (21/7/2026), sebuah momen bersejarah terukir saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 dengan aksi yang tidak biasa: Aksi Ekologi Serentak di 882 Titik Sekaligus!
Tak tanggung-tanggung, aksi kolosal ini menggerakkan 343.374 siswa baru SMA, SMK, dan SLB di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Dipusatkan di lokasi penuh nilai sejarah, Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, para generasi muda ini menyapu bersih sampah, merawat makam pahlawan, hingga memoles sungai-sungai tercemar.
Di tengah gemuruh aksi nyata ini, berdiri sosok kunci pembawa perubahan: Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman. Dengan oratoris yang lugas dan penuh daya gugah, Herman memberikan wejangan emosional yang menyengat kesadaran ribuan pelajar.
"Cara terbaik meramal masa depan adalah menciptakannya hari ini. Mulailah dari hal-hal kecil, sederhana, tetapi dilakukan secara konsisten!" kata Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Jawa Barat.
Karakter Pemimpin Ditempa dari Sapu dan Cucian Rumah
Di hadapan para peserta, Herman Suryatman menegaskan bahwa gerakan di TMP Cikutra bukanlah panggung sandiwara atau seremoni manis belaka. Ia menantang ratusan ribu siswa untuk membuktikan integritas mereka saat melangkah kembali ke rumah masing-masing.
Bagi sang Sekda, kepemimpinan sejati tidak lahir dari ruangan ber-AC atau sekadar nilai akademis di atas kertas, melainkan dari keringat dan kebiasaan domestik yang acap kali dipandang sebelah mata:
-
Mencuci dan Menyetrika Pakaian Sendiri — Melatih kemandirian tanpa bergantung pada orang lain.
-
Menyapu dan Menjaga Kebersihan Rumah — Menanamkan kepedulian dari ruang terkecil.
-
Membantu Orang Tua Berdagang atau Bertani — Membentuk kepemimpinan, empati, dan nilai kejuangan nyata.
Baca Juga: Mega Proyek Laptop Gaib: Komisi IV DPRD Pesawaran Disorot Tajam, Taji Pengawasan Dinilai Tumpul!
"Kegiatan ini hanya simbolis! Yang paling penting adalah gerakan nyata setelah kalian kembali ke rumah, sekolah, dan masyarakat," tegas Herman Suryatman dengan nada mantap. "Kebiasaan baik itulah yang akan membakar karakter kalian dan mengantarkan kalian menjadi pemimpin masa depan!"
Pasukan Ekologi Terbesar: Dari TMP Cikutra Hingga Kolaborasi Pandawara Group
Dukungan penuh atas visi besar Sekda Jabar ini terpancar dari aksi kolaboratif raksasa di lapangan. Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa Aksi Ekologi Pancawaluya dirancang untuk melahirkan manusia Jawa Barat yang berkarakter Cageur, Bageur, Bener, Pinter, dan Singer.
Tak bergerak sendiri, gerakan ini menyatukan berbagai elemen bangsa:
-
Penggerak Lingkungan: River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, dan kelompok pemuda legendaris Pandawara Group (yang turun langsung di SMAN 3 dan SMAN 5 Bandung).
-
Benteng Negara: Sinergi solid dari TNI, Polri, serta perangkat daerah Jawa Barat.
Artikel Terkait
Akankah Ancha Menyusul? Misteri Laptop Libera Senilai Rp5 Miliar yang Siap Menyeret Kadis Pendidikan Pesawaran
BREAKING NEWS: Modus Liburan Berujung Buron! Petaka ‘Turis Ilegal’ di Myeongdong, Satu Travel Terancam Ratusan Juta
Skandal Amplop Cokelat di Hutan Produksi: KPK Buru Aktor Utama di Balik Seretan Kasus Menhut Raja Juli Antoni!
Sandiwara di Balik Tirai Sutra! Agus Halawa Desak Kejatisu Bongkar Megakorupsi Bencana Ratusan Miliar
Terisolasi di Perbukitan, Guru di Parigi Moutong Nekat Racik "MBG Mandiri" Demi Senyum Anak Didiknya