Selasa, 21 Juli 2026

Majelis Nasional KAHMI Soroti Reformasi Birokrasi Untuk Keluar Dari Middle Income Trap

12 Februari 2025
Nawacita TV – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggelar seminar nasional bertema “Transformasi Birokrasi dan Good Governance untuk Indonesia Keluar dari Middle Income Trap”. Acara yang berlangsung di Hotel Manhattan, Jakarta Selatan, ini dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk perwakilan dari Kementerian PAN RB, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian ESDM, Kepala BPI Danantara, Wakil Direktur Utama MIND ID, serta tokoh akademisi dan profesional lainnya.

Ketua Bidang Reformasi Birokrasi Majelis Nasional KAHMI, Hery Sutanto, menekankan bahwa salah satu kendala utama yang membuat Indonesia masih terjebak dalam middle income trap adalah belum efektifnya reformasi birokrasi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dari sisi sumber daya alam, luas wilayah, serta jumlah penduduk yang seharusnya menjadi modal untuk menjadi negara maju. Namun, ketidakefisienan birokrasi menghambat optimalisasi potensi tersebut.

“Pelayanan publik di sektor investasi dan pertumbuhan ekonomi masih menjadi kendala. Potensi besar yang dimiliki bangsa ini tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga kita tetap terjebak dalam kategori negara berpenghasilan menengah ke bawah,” ujar Hery.

Lebih lanjut, ia menyoroti kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah saat ini. Menurutnya, langkah efisiensi yang diterapkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka seharusnya lebih selektif dan tidak dilakukan secara pukul rata.

“Sayangnya, efisiensi anggaran ini dilakukan dengan pola ‘gebrak uyah’ atau seragam di semua sektor tanpa melihat skala prioritas. Padahal, pemotongan yang tidak terukur justru dapat menghambat birokrasi dalam melayani rakyat,” jelasnya.

Hery menyambut baik langkah DPR RI yang tengah merumuskan kebijakan monitoring efektivitas APBN. Ia berharap kebijakan pemotongan anggaran bisa lebih proporsional, dengan menentukan sektor mana yang memang layak mengalami pemotongan besar, sedang, atau kecil.

“Kita butuh birokrasi yang lebih efisien, tetapi tetap efektif dalam menjalankan program-program prioritas nasional, terutama dalam mendukung implementasi Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran,” tutupnya.

Seminar ini diharapkan dapat menjadi forum strategis dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk memastikan reformasi birokrasi berjalan dengan baik, sehingga Indonesia dapat keluar dari jebakan middle income trap dan mencapai status negara maju.

Video Lainnya

\