NAWACITAPOST.COM - Program Makanan Murah (Makmur) yang digagas oleh Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghoa Indonesia (PSMTI) kembali digelar.
Bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup Pemprov DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta Timur, kegiatan ini menyediakan 4.000 paket makanan bergizi seharga Rp 2.000 untuk warga kurang mampu, petugas PPSU, ojek online, dan pekerja kasar.
Program Makmur kali ini menghadirkan lima menu bergizi yang melibatkan pelaku UMKM setempat, di antaranya Nasi Ayam Strips, Nasi Rice Bowl Tongkol Suir dengan Kemangi, Nasi Ayam Geprek Cabe Ijo, Nasi Chicken Katsu, dan Rice Bowl Ayam. Paket makanan tersebut dilengkapi dengan air mineral gelas, memastikan masyarakat mendapatkan asupan nutrisi lengkap.
Peng Suyoto, Sekretaris Umum PSMTI, mengapresiasi sinergi bidang sosial dalam menyelaraskan program pemerintah "Makan Bergizi Gratis". Ia menegaskan komitmen PSMTI untuk terus mendukung masyarakat yang membutuhkan melalui inisiatif ini. "Program Makmur ini kami harapkan dapat membantu pemerintah menekan angka stunting di Jakarta sekaligus memberdayakan UMKM lokal," ujar Peng, yang juga menjabat sebagai President Asia Council for Small Business (ACSB) Indonesia.
Sementara itu, Yogi Ikhwan, Humas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, menyatakan dukungannya terhadap program ini. "Ini program yang sangat baik. Dengan harga Rp 2.000, warga mendapatkan makanan bergizi yang mencakup karbohidrat, protein, dan sayuran. Kami berharap program ini terus berjalan dan melibatkan lebih banyak pihak untuk mendukung petugas lapangan yang jumlahnya mencapai ribuan," ungkapnya.
PSMTI telah menjadikan Program Makmur sebagai agenda rutin yang dilaksanakan setiap tanggal 28. Selain membantu masyarakat yang membutuhkan, program ini juga bertujuan untuk membangun kolaborasi dengan UMKM setempat, memastikan keberlanjutan dan kualitas dari setiap kegiatan yang digelar. Melalui survei lokasi, PSMTI berkomitmen menjangkau wilayah yang paling membutuhkan bantuan.
Program ini tidak hanya memberi manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan aksi sosial yang berkelanjutan.