Senin, 20 Juli 2026

Sebelum Pimpin Raimas Backbone, Begini Sepak Terjang MP Ambarita

Photo Author
Tiara Islami, Nawacita Post
- Sabtu, 3 Juli 2021 | 17:36 WIB
Jakarta, NAWACITAPOST - Aipda MP Ambarita, siapa yang tak kenal dia. Menangkap pemuda-pemuda yang akan tawuran adalah pekerjaan sehari-harinya.

Tim yang ia pimpin ialah Raimas Backbone. Disebut raimas karena kependekan dari "pengurai massa".

Ambarita mengatakan, nama Raimas Backbone terinspirasi dari Sabhara Backbone. "Itu semacam tulang punggung dari Polri, yang bergerak paling depan. Nah, terinspirasinya dari situ. Jadi namanya tim pengurai massa ditambah kata 'Backbone', Raimas Backbone," terang bapak dua anak itu.

Raimas Backbone bertugas mengurai, membubarkan, menceraiberaikan, dan melokalisasi massa yang melakukan tindakan anarki yang berpotensi mengganggu kamtibmas.

Tak jarang, namanya membuat ciut nyali pemuda-pemuda di Jakarta Timur yang akan bertindak kriminal.

Pada 1995, selepas lulus SMA, Ambarita memberanikan diri daftar Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

"Tes demi tes saya lalui, hingga sampai ke tes terakhir," jelas Ambarita.

Namun, hasil tes terakhir menyatakan dirinya gagal. Ia kemudian sempat ditawari ke Bintara Kostrad.

Setahun berikutnya, Ambarita mencoba daftar Bintara Polisi. Namun, sewaktu tes kesehatan, ia kelebihan berat badan.

Namun, siapa sangka, Ambarita memiliki perjalanan karier yang unik. Ia sempat bekerja di perusahaan cat di Ancol, Jakarta Utara pada tahun 1996.

Ia ditempatkan di laboratorium, tugasnya membuat sampel warna.

Pernah suatu kali, seluruh badannya ketumpahan cat karena tempat penampungan bocor. Ambarita hanya bekerja di perusahaan cat selama setahun. Krisis moneter 1997 membuatnya didepak dari perusahaan tersebut.

Setahun menganggur, Ambarita mencoba peruntungannya kembali di penerimaan siswa dikmaba PK Polri Tahun 1998-1999 dan ia diberikan kelancaran dan selalu lolos disetiap tahapan.

"Saya dipanggir Polda Metro Jaya dan dinyatakan lulus dan ditugaskan ke Mojokerto, Jawa Timur, dan menjalani pendidikan. Setelah beberapa bulan menjalani pendidikan, saya resmi jadi polisi," ujar Ambarita.

Saat Dwifungsi ABRI dihapus, ia kemudian pindah tugas ke Jakarta hingga saat ini.

Selama di Jakarta, Ambarita pernah bekerja di Reserse Polda Metro Jaya. Kini ia berada di Divisi Sabhara Polres Jakarta Timur.

Pada 2017, Ambarita memimpin Raimas Backbone, tim pengurai massa Polres Jakarta Timur.

Editor: Tiara Islami

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

DPR: Wakil Rakyat Atau Debt Collector Pajak?

Senin, 15 Juni 2026 | 15:13 WIB