Minggu, 31 Mei 2026

Sembilan Nama Muncul di Bursa Pilbup Nganjuk, Budayawan Buka Suara

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 19 April 2024 | 21:47 WIB
Budayawan Nganjuk Teguh Budi / Mbah Kung (foto istimewa)
Budayawan Nganjuk Teguh Budi / Mbah Kung (foto istimewa)

Baca Juga: Bahas Tentang Pilkada Tahun 2024, Ini Calon Pemimpin yang Layak Versi Timses Freelance

"Namun untuk Mas Trihandy (Trihandy Cahyo Saputro) adalah Newcomer, sedangkan Mas Yuanggga (Raditya Haria Yuangga) dan Mas Ida Bagus (Ida Bagus Nugroho, SH) di kacamata saya saat ini cukup dikenal di Nganjuk, karena keduanya adalah publik figur, namun untuk sistem politik mereka cukup sama power dan lainnya itu sama, orang Nganjuk kenal semua, jadi mohon maaf, saat ini yang dilakukan oleh para calon pemimpin kita adalah patrialistik, jadi dari keturunan dulu baru ke bawah," ucap Mbah Kung.

Masih bersama Mbah Kung, jadi kalau bicara tentang pragmatisme belum bisa hilang dalam pesta demokrasi secara nasional, karena apa? Jer berarti seharusnya, Basuki berarti kebahagiaan atau kesejahteraan, Mawa beya berarti butuh biaya dan pengorbanan, Intinya adalah Jer Basuki Mawa Beya.

"Pesan-pesan saya terhadap masyarakat, pilihlah sesuai dengan ketiga kriteria tadi yang saya sebutkan, satu popularitas, yang kedua elektabilitas, dan yang ketiga adalah akhlakul karimah, jadi ketika calon-calon sudah mencukupi tiga kriteria ini boleh dipilih, secara global masuk semua nama-nama yang disebut di atas," paparnya.

Baca Juga: Pilkada Surabaya 2024, Risma masih Punya Pengaruh

Mbah Kung menegaskan, terakhir tentang akhlakul karimah betul-betul harus diutamakan dalam memilih pemimpin, kenapa? meskipun bahasanya sangat pintar, meskipun kaya raya, meskipun cakep atau tampan, tetap akhlakul karimah adalah kriteria yang utama dan pertama.

"Kita bisa ambil hikmah, kenapa penguasa kita sebelumnya masuk penjara semuanya? karena yang terakhir tadi, artinya akhlaknya kurang baik, kalau hanya bicara tentang kaya raya Bupati Novi Rahman Hidayat itu masih kurang apa? Mungkin ya karena itu tadi kembali lagi akhlakul karimah yang diutamakan," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini