NAWACITAPOST.COM - Berawal bulan Januari tahun 2017 Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA, yang biasa akrab disapa Kang Marhaen dipanggil sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur Dr. Sri Untari, di kantor Jalan Kendangsari Industri, Surabaya.
Sri Untari menyampaikan ada berita baik untuk Kang Marhaen, setelah dirinya bertemu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP Dr. Hasto Kristianto, di Blitar saat nyekar atau ziarah di makam Ir. Soekarno (Bung Karno red) sekitar tanggal 11 Januari tahun 2017.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Sosok Marhaen Djumadi Mantan Bupati Nganjuk
Yang intinya dalam pembicaraan itu Sri Untari menyampaikan bahwa Pak Sekjen dan Pak Bambang DH saat itu sebagai bapilu DPP PDIP menyampaikan Pak Marhaen harus maju baik sebagai Bupati atau Wakil Bupati di Nganjuk. Pada saat itu awalnya mau berpasangan dengan Pak Anggoro mantan Kapolres Nganjuk sebagai Bupatinya, muncul nama lagi Bapak Imam dari Gerindra, ada nama Mas Pringgo dan akhirnya dengan Mas Novi Rahman Hidayat lah finalnya.
Sebagai kader partai yang memiliki keterbatasan, sejak awal Kang Marhaen tahu diri untuk tidak mencalonkan diri menjadi Bupati, tetapi lebih memilih Wakil Bupati dengan berbagai pertimbangan. Akhirnya dengan penuh keyakinan hati Kang Marhaen mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati, sebagai panggilan jiwa untuk mengabdi pada tanah kelahirannya.
Baca Juga: Jadikan Nganjuk Gudang Prestasi, Inilah Rekam Jejak Sang Juara
Marhaen kecil hidup sederhana di sebuah desa Werungotok Kabupaten Nganjuk. Sebagai anak desa dengan keluarga yang sederhana Kang marhaen adalah seorang yang punya semangat yang luar biasa termasuk menuntut ilmu hingga lulus Doktor tahun 2004 dari Universitas Negeri Malang serta beberapa S1, D3, dan S2.
Sebuah prestasi yang luar biasa sehingga dengan ilmu dan pengetahuan yang dimiliki Kang Marhaen ditambah pengalaman di beberapa organisasi serta jabatan-jabatan di perusahaan swasta bahkan sebagai konsultan pemerintah daerah sudah banyak Malang melintang di seluruh Indonesia. Serta ingin mengabdikan diri pada masyarakat Nganjuk yang dicintainya dan tempat kelahirannya serta Tempat sekolahnya dari SD (Sekolah Dasar) sampai SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas).
Baca Juga: Mampu Berfikir Moderat, Kader GMNI Jadi Pengurus NU dan Dekat dengan Kiai
Doa baik Kang Marhaen tersebut ternyata oleh Allah dikabulkan sehingga dalam kompetisi pencalonan wakil bupati pasangan Novi akhirnya sukses. Perjalanan panjang sebagai wakil bupati hingga Bupati Kang Marhaen melakukan pengamatan, kajian, sambung rasa dengan rakyat, silaturahim, sampai sidak ke lapangan.
Akhirnya Kang Marhaen memandang Nganjuk sebagai berikut:
- Nganjuk adalah tumpah darah Kang Marhaen sehingga rasa memiliki, mencintai, memelihara dan membuat Nganjuk menjadi Kabupaten yang makmur dan sejahtera adalah cita-citanya.
- Nganjuk memiliki potensi yang besar dalam bidang ekonomi, pertanian perkebunan dan perdagangan. Namun potensi tersebut perlu tangan dingin dan pikiran cerdas untuk mewujudkannya.
- Nganjuk sebuah kawasan yang strategis karena memiliki akses jalan tol dan rel kereta api yang dekat. Maka pembangunan kawasan industri di Nganjuk harus dipercepat agar pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat cepat meningkat.
- Masyarakat Nganjuk memiliki kerukunan dan keharmonisan hubungan yang tinggi, sehingga ketentraman masyarakat selalu terjaga dengan baik. Kalau keamanan dan ketentraman masyarakat terjaga, maka pembangunan bisa cepat terwujud.
- Membangun Nganjuk adalah sebuah kewajiban, sehingga apa yang dilakukan merupakan manifestasi dari dedikasi tertinggi Kang Marhaen pada daerah yang dicintainya.
- Nganjuk adalah sentra bawang merah, maka upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas bawang merah perlu ditingkatkan. Disamping itu memberikan dukungan teknologi untuk mengolah bawang merah menjadi produk turunan yang lebih memiliki nilai yang kompetitif.
- Aparatur birokrasi Nganjuk memiliki dedikasi yang bagus namun perlu ada inovasi dan stimulus yang mampu memberikan semangat kerja untuk terwujudnya pelayanan yang memuaskan.
- Daya kritis masyarakat terhadap pemerintah adalah sebuah motivasi dan check and balance. Masukkan yang baik menambah kebaikan pelayanan dan membantu mengawasi Pembangunan yang dilaksanakan agar memiliki nilai ekonomis yang lama.
- Hubungan ulama dan Umara di Nganjuk terjalin dengan baik, sehingga problematika masyarakat dapat diantisipasi sejak dini.
- Hidup di Nganjuk adalah sebuah anugerah, semua serba cukup, ayem, tentrem, kertoraharjo. Maka kesejukan Nganjuk harus dijaga bersama-sama agar kenyamanan selalu ada di Nganjuk.
- Saya mencintai Nganjuk setulus hati, maka saya berjuang membangun Nganjuk dengan senang hati demi Kita Bersama.
Baca Juga: Dorong Pj Bupati Nganjuk Untuk Berbenah, Dr. Wahju Prijo Djatmiko: Masih Ada Waktu
Kang Marhaen bukan yang sempurna tetapi bersama rakyat Nganjuk kesempurnaan sarana prasarana akan dicapai bersama dengan saling bahu-membahu untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Kang Marhaen selalu di hati masyarakat Nganjuk Karena telah memberi bukti bukan janji. Semua demi sebuah amanah dan komitmen Kang marhaen sebagai pelayan rakyat yang aman memberikan yang terbaik untuk rakyat.
Artikel Terkait
Diduga Inkonsisten, PLT Bupati Nganjuk di Demo Kader PDI-P
Tidak Puas Dengan Audensi Sebelumnya, FSBI Geruduk Kantor Bupati Nganjuk
Dorong Pj Bupati Nganjuk Untuk Berbenah, Dr. Wahju Prijo Djatmiko: Masih Ada Waktu
IAI Pangeran Diponegoro Alih Status Jadi UPDN, Marhaen Djumadi Ucapkan Selamat dan Sukses
Mengenal Lebih Dekat Sosok Marhaen Djumadi Mantan Bupati Nganjuk