Kamis, 4 Juni 2026

IAI Pangeran Diponegoro Alih Status Jadi UPDN, Marhaen Djumadi Ucapkan Selamat dan Sukses

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 13 Maret 2024 | 19:51 WIB
Ucapan selamat dari Marhaen Djumadi kepada UPDN (foto istimewa)
Ucapan selamat dari Marhaen Djumadi kepada UPDN (foto istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Berdasarkan keputusan menteri agama Republik Indonesia (RI) Nomor 90 Tahun 2024 beralih status dari Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro Nganjuk menjadi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN).

Marhaen Djumadi mengucapkan, selamat dan sukses atas alih status dari Institut Agama Islam (IAI) Pangeran Diponegoro menjadi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN).

Baca Juga: Hadiri Pelantikan IAI, Sanuji Apoteker Cilegon Tunjukkan Kinerja Baik

"Hal ini akan menambah alternatif masyarakat Nganjuk memilih berkuliah di Nganjuk, Jawa Timur," kata Marhaen Djumadi pada Rabu (13/3/2024) malam melalui pesan WhatsApp.

Marhaen Djumadi menambahkan, semoga beralihnya status menjadi universitas ini tidak hanya beralih, tentunya ada tambahan-tambahan prodi atau fakultas baik yang sosial dan eksakta.

Baca Juga: Forkopimda Jatim Tinjau Vaksinasi di Kampus IAI Al Qolam Malang

"Dari hasil evaluasi kami dari komponen masyarakat memang Institut Agama Islam (IAI) Diponegoro memang layak menjadi Universitas karena mutunya juga sudah sangat baik," imbuh mantan Bupati Nganjuk yang biasa akrab dipanggil Kang Marhaen.

Lanjut Kang Marhaen, harapan kami selalu meningkatkan kualitas pendidikan mulai dari manajemen, dosen, mahasiswa, dan riset.

Baca Juga: Ketua Yayasan Universitas Islam As – Syafi’iyah Prof. H. Dailami Firdaus : Siap Mendukung Program HIPPI Jakarta

"Juga meningkatkan hubungan dengan dunia usaha dan industri di Nganjuk utamanya dengan Pemerintah Daerah (Pemda) yang selama ini sudah sangat baik," ujar Kang Marhaen.

Kang Marhaen berpesan kepada masyarakat khususnya masyarakat Nganjuk untuk kuliah di Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk (UPDN) saja, selain prodinya juga banyak juga hemat dan bisa setiap hari bertemu dengan keluarga.

"Harapan untuk Rektor berikutnya buka fakultas kedokteran," pungkasnya.

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini