" Hal ini sangat penting ketika kita melihat semua hal sudah dikuasai oleh aplikasi, " Tuturnya.
Dalam pandangan visioner partai Gerindra, nantinya keberadaan balai RW sangat strategis yakni sebagai pusat kegiatan masyarakat.
Balai RW, menjadi tempat pelayanan kesehatan. Disitu ada Posyandu, vaksinasi, pemeriksaan kesehatan, dll.
Selain untuk agenda koordinasi warga, balai RW juga bisa dibuat sebagai tempat pendidikan anak usia dini, dan peningkatan ekonomi warga.
" Mengingat perannya, Balai RW merupakan tempat strategis komunikasi warga, apabila nantinya ada perang IT dan semua aplikasi dimatikan, " Jlentrehnya.
Maka itu, gigih Dia mengusulkan Setiap kampung atau RW wajibp memiliki Balai Warga. Luasannya antara 100 - 200 meter persegi, yang kira-kira dapat menampung 70 - 100 warga.
Nah, bagi yang tidak punya lahan bagaimana? Menurut Thony, masyarakat dapat mengajukan ke pemerintah kota, supaya dimasukkan dalam dana APBD.
" Nantinya, balai RW menjadi aset pemerintah kota. Dulu, setiap kampung punya TKD tapi banyak yang ditukar gulingkan, nah, saat ini warga membutuhkan, ya Pemkot wajib mencarikan solusinya, " Kata Thony tegas.
Terakhir, Thony berpesan agar seluruh kader bisa menjadi agen-agen perubahan.
" Tapi sebelum merubah orang lain, rubahlah diri anda lebih dulu," Pesannya.
Lebih lanjut, Thony juga berpesan, dalam situasi apapun, kader Gerinda wajib menjalankan paradigma "Rebut, Laksanakan dan Pertahankan".
" Mari kita saling menopang, Rebut, Laksanakan, Pertahankan. Salam Indonesia Raya, Gerindra !" pekiknya. (BNW)