Kamis, 4 Juni 2026

Politisi Gerindra: Peran Balai Warga sangat Strategis, Setiap RW Wajib Memiliki

Photo Author
Elya Yudi, Nawacita Post
- Senin, 15 November 2021 | 12:07 WIB

Surabaya NAWACITAPOST - Konsolidasi dan pendidikan politik terus dilakukan DPC Partai Gerindra kota Surabaya. Dihari terakhir, Minggu ini, 14 November 2021, giliran mengundang para pengurus PAC dan Ranting di 9 kecamatan se-Dapil II dan IV Surabaya.


Dalam paparannya, Sekretaris DPC Gerindra Surabaya, AH Thony, mengajak para kader untuk meningkatkan perannya di lingkungan masing-masing.


" Identifikasi masalah di masyarakat, kalau tidak bisa membantu, minimal kita mengatensi dengan kunjungan dan support, " Ungkapnya, (14/11)


Hal-hal seperti ini perlu kita pupuk, karena kesuksesan berawal dengan kebaikan.


" Ingat, dalam melayani masyarakat, jangan sampai kita menipu. Kalau berhasil katakan berhasil, kalau gagal ya katakan gagal, " Tegas wakil ketua DPRD Surabaya ini.




AH Thony, Sekretaris DPC Gerindra Surabaya, sekaligus Wakil ketua DPRD Surabaya saat memberikan paparan dalam konsolidasi dan pendidikan politik Partai Gerindra Surabaya, Minggu 14 November 2021

Thony menjelaskan, beberapa program besar-besaran pemkot Surabaya adalah pemikiran dari Fraksi Gerindra, seperti pavingisasi jalan kampung di tahun 2001.


" Pavingisasi yang kita pelajari dari kawasan kali code Yogja, pernah ditolak bu Risma. Tapi setelah berhasil kita uji coba di kampung Banyuurip, semua partai berbondong-bondong mengajukan untuk meraih simpati, " Terangnya.


Termasuk juga program pengurukan makam. Pertama kali memakai dana APBD,  dilakukan pengurukan di makam panjang jiwo.


" Dalam politik, Ketika orang baik diam, maka orang yang tidak baik akan mendapat simpati," Tegasnya.


Thony kembali menjelaskan, saat ini partai Gerindra juga menginisiasi Perda inisiatif tentang kajian dan pengembangan kebudayaan,


Hal ini diinisiasi karena melihat marwah kota Surabaya sebagai kota Pahlawan serta kecintaan terhadap budaya dan produk nasional sudah mulai pudar.


Ia mencontohkan, dengan bangganya pemkot Surabaya mempertontonkan indahnya warna warni Bunga tabebuya, padahal jelas ini bunga dari negara Jepang.


Sementara kita lihat di jalan cempaka tidak ada bunga cempaka, juga dijalan-jalan legendaris yang lain.


Selain simbol-simbol kepahlawanan yang dirasa sangat kurang, peradaban budaya di kota Surabaya juga banyak yang dihilangkan.


Diakhir paparannya, saat ini AH Thony juga menginisiasi Terkait pengadaan Balai warga di setiap RW.

Halaman:

Editor: Elya Yudi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB