Selasa, 25 Agustus 2026

Peluang Gerindra Rebut Surabaya 2029, BHS-Cahyo-Yona Diuji: Mesin Politik atau Sekadar Efek Prabowo?

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Selasa, 25 Agustus 2026 | 10:28 WIB

Gerindra mampu mencapai sekitar 10–12 kursi dan mengambil posisi pertama jika PDIP mengalami penurunan signifikan atau Gerindra berhasil menambah suara secara konsisten.

Skenario ketiga: melakukan lompatan besar.

Jika efek pemerintahan Prabowo tetap kuat, struktur Gerindra solid, figur lokal berhasil menjadi magnet suara dan muncul kejenuhan terhadap kekuatan politik lama, Gerindra berpotensi masuk ke kisaran 13 kursi atau lebih.

Namun skenario ketiga membutuhkan kerja politik yang jauh lebih berat.

Menjadi partai pemerintah bisa menjadi ujian terbesar

Gerindra sekarang mempunyai sesuatu yang dahulu tidak dimiliki: akses langsung terhadap kekuasaan nasional. Tetapi akses itu jangan sampai membuat kader kehilangan sensitivitas terhadap persoalan warga.

Gerindra harus tetap turun ke kampung, mendengar keluhan warga, mengawal aspirasi, membuka ruang kritik dan memperlihatkan hasil kerja.

Jika tidak, masyarakat bisa bertanya:

"Gerindra sudah menjadi partai pemerintah, lalu apa yang berubah bagi warga Surabaya?"

Pertanyaan semacam ini akan jauh lebih berbahaya menjelang 2029 daripada serangan politik dari partai lawan. Karena pemilih tidak hanya menilai siapa yang berkuasa. Pemilih juga menilai apa yang dilakukan ketika sudah berkuasa.

2029 bukan sekadar perebutan kursi

Pada akhirnya, pertarungan Gerindra di Surabaya bukan hanya tentang menaikkan angka dari delapan kursi. Ini adalah pertarungan untuk mengubah posisi politik.

Dari partai nomor dua menjadi partai nomor satu. Dari penantang menjadi pengendali parlemen. Dan dari partai yang menikmati efek Prabowo menjadi partai yang mempunyai identitas politik sendiri di Surabaya.

BHS, Cahyo Harjo Prakoso, Yona Bagus Widyatmoko, Bahtiyar Rifai dan kader-kader lainnya memiliki modal untuk memainkan peran tersebut. Gerindra juga sudah menunjukkan bahwa konsolidasi menuju 2029 mulai dilakukan secara serius.

Tetapi satu syarat tidak boleh dilupakan:

Gerindra harus keluar dari zona nyaman sebagai partai pemerintah. Sebab di Surabaya, yang diperebutkan bukan kursi di kabinet. Yang diperebutkan adalah kepercayaan warga Surabaya. Dan kepercayaan itu tidak bisa diperoleh hanya dengan membawa nama Prabowo.

Ia harus dibangun dari kampung, dapil, TPS, kerja legislasi, kritik yang berani dan solusi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Kapan Warisan Keraton Yogyakarta Dipulangkan Inggris?

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:18 WIB