NAWACITAPOST.COM - Tidak semua orang bisa memahami atas apa yang ditakdirkan Allah pada seseorang, namun hampir semua orang dengan mudah memberikan komentar atas apa yang terjadi pada seseorang. Maka Islam melarang untuk ghibah dan berburuk sangka, semata - mata agar tidak memiliki penyakit hati (iri, dengki, jahil dll. red).
Sebagai makhluk memang kita ini ibarat wayang, bagaimana dalam memainkan peran dan lakon wayang. Demikian juga peristiwa dan perilaku yang kita lakukan tidak lepas dari Qodlo dan Qodar Allah, walaupun manusia diberi kewenangan untuk Ikhtiar dalam rangka berusaha, mungkin takdir Allah akan lain ketika kita berusaha untuk menjadi lebih baik.
Baca Juga: Rahasia Dibalik Melempar Jumroh Dalam Haji
Dari gambaran di atas kita memahami secara umum perjalanan hidup manusia atau apa yang terjadi pada diri kita. Maka kalau ada pertanyaan kenapa orang sudah haji atau sudah ke Makkah Madinah kok tetap melakukan dosa dan maksiat??
Ibadah haji itu melakukan ibadah, sama seperti ketika kita melakukan ibadah sholat (maksutnya melakukan perintah Allah) namun dalam ibadah haji seseorang benar - benar berjuang memenuhi rukun dan wajib haji yang penuh perjuangan, sehingga merasakan dan memahami hakekat hidup. Karena proses dan perjuangannya hingga selesai membutuhkan fisik yang kuat dan sehat.
Baca Juga: Rahasia Dibalik Mabit Di Muzdalifah
Dari proses yang berat tersebut, maka melahirkan kesadaran Ilahiyah bahwa hidup itu perjuangan dan untuk mendapatkan kemuliaan itu perlu perjuangan. Setelah kembali di tanah air, melakukan aktivitas seperi biasa dengan berbagai pernik dan dinamika hati yang bermacam - macam.
Sementara iman manusia kadang berkurang dan kadang bertambah. Maka ketika seseorang melakukan salah dan dosa walau selesai ibadah haji atau sebutan haji atau hajah, itu berarti iman seseorang dalam cobaan. Disisi lain kontrak setan dengan Allah untuk menggoda anak adam adalah sampai hari kiamat.
Jika manusia imannya pas tipis pasti setan bisa masuk, namun jika Allah memberikan iman yang tebal dan keyakinan iman yang kuat, maka orang tersebut akan selalu dalam kebaikan dan lolos dari godaan setan.
Baca Juga: Armina dan Padang Mahsyar
Ibadah haji memang benar - benar mereformulasi keimanan seseorang, memahami hakekat hidup, belajar digiring di Padang Mahsyar, memahami hidup tanpa kemewahan, hidup dalam keterbatasan dan potret manusia ketika hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Jika mereka menjalani dengan kesadaran dan sepenuh hati, maka jiwa islami seseorang akan kokoh yang kuat.
Maka setelah wukuf hingga selesai tahalul dan mendapat sebutan haji, orang dinyatakan bersih dari dosa (suci seperti bayi baru lahir). Untuk menjaga kesucian para jamaah haji, setelah di rumah untuk menjaganya, adalah dengan senang berjamaah, senang Ngaji Al Qur’an, berbuat baik dengan orang lain, senang bersodaqoh, senang berjuang untuk menegakkan agama Allah dan kebaikan lainnya.
Artikel Terkait
Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan
Armina … Lelah Yang Penuh Berkah Allah!!
Armina dan Padang Mahsyar
Rahasia Dibalik Mabit Di Muzdalifah
Rahasia Dibalik Melempar Jumroh Dalam Haji