NAWACITAPOST.COM - Salah satu wajib haji yang harus dilakukan oleh jamaah haji adalah melempar jumroh. Perjalanan lempar jumroh begitu asyik dan terkesan karena jutaan manusia secara bersama - sama, menyusuri jalan menuju Jamarot (lokasi melempar jumroh red). Semua dilakukan hanya semata - mata untuk menggapai ridlo Allah.
Dilihat dari segi fisik dan lokasi modifikasi Jamarot semakin memudahkan dan membuat jamaah semakin aman dan nyaman, namun lempar jumroh memiliki makna filosofi yang luar biasa. 7 kerikil yang dilempar merupakan simbol perjuangan manusia untuk membersihkan hati. Artinya dengan melempar atau membuang sejauh mungkin kecenderungan sifat manusia yang egois, sombong dan keangkuhan yang menyesatkan dan menjerumuskan manusia lain bisa kita hilangkan.
Baca Juga: Armina … Lelah Yang Penuh Berkah Allah!!
Melempar jumroh adalah melempar batu kerikil pada 3 tiang yang melambangkan setan dan godaan nafsu yang buruk kita buang jauh - jauh. Hidup manusia selalu dihinggapi sifat baik dan buruk yang selalu berlomba dalam diri kita. Melempar jumroh juga memiliki makna menghilangkan sifat thoghut dalam diri manusia.
Sifat thoghut oleh mufassir kontemporer diartikan sebagai sifat melampaui batas sehingga segala perbuatan yang melampaui batas termasuk bagian dari thoghut baik melampaui batas dalam hal ketuhanan (syirik, sihir, dukun, peramal), kemanusiaan (dzalim, aniaya, segala hal yang menyesatkan, kebathilan, ide-ide sesat, manusia). Salah satu contoh sifat thoghut yang dapat kita ambil contoh adalah cerita Qorun dan Bal'am. Untuk qorun semua orang sudah tahu, maka kami sampaikan kisah Bal'am.
Baca Juga: Armina dan Padang Mahsyar
Bal'am adalah seorang ulama dan orang alim zaman Nabi Musa yang bergabung dengan penguasa dlolim, padahal dia tahu kalau Nabi Musa adalah nabi dan utusan Allah. Awalnya Bal'am tidak mau untuk membantu penguasa dlolim tersebut untuk memusuhi Nabi Musa, namun karena rayuan dilakukan melalui istrinya, bahwa dia akan dikasih jabatan dan harta, akhirnya Bal'am tidak kuasa juga.
Diakhir cerita karena kesombongan dan tergoda oleh kekuasaan dan harta, Allah mencabut ilmu yang dimiliki oleh Bal'am hingga kebahagian dunia dan akhiratnya tidak di dapat. Semoga kita dijauhkan dari sifat Bal'am tersebut. Amin
Baca Juga: Rahasia Dibalik Mabit Di Muzdalifah
Terlepas Jamarot (lokasi untuk melempar jumroh red) sudah di modifikasi dengan sedemikian rupa untuk memenuhi keamanan dan kenyaman dalam lempar jumroh, tetapi filosofi lempar jumrah tetap memberi arti dalam hati dan fikiran seluruh jamaah haji. Dalam hidup semua harus diperjuangkan, setiap perjuangan butuh kesabaran, kerja keras dan modal. Memperjuangkan hidup menjadi yang lebih baik itu ibadah. Maka kesadaran hati dan fikiran kita harus selalu kita tata dengan satu niat yaitu lillahi ta'ala.
Tahapan rukun dan wajib haji tinggal selangkah lagi semoga seluruh jamaah haji diberi kesabaran dan kesehatan agar ringan dalam melanjutkan tahapan berikutnya. Menjadikan seluruh perjalan haji sebagai prasasti baru untuk menjadi manusia yang lebih baik di masa yang akan datang. Kebaikan hidup itu sangat penting karena yang paling dekat dengan kita adalah kematian!!!
Nganjuk, 17 Juni 2024
Penulis HM Basori M.Si
Direktur Sekolah Perubahan, Training, Research, Consulting, and Advocacy
Artikel Terkait
Mencari Berkah di Akhir Romadlon
Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
Jangan Pernah Silau Dengan Harta dan Kekuasaan
Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan
Armina … Lelah Yang Penuh Berkah Allah!!
Armina dan Padang Mahsyar
Rahasia Dibalik Mabit Di Muzdalifah