Rahasia Perjalanan Arafah Muzdalifah dan Mina Bagi Jamaah Haji
NAWACITAPOST.COM - Maha Besar Allah yang telah memberikan anugerah kepada siapa saja yang menjalankan ibadah haji. Perjalan Arafah Muzdalifah dan Mina (Armina) yang melelahkan semoga menjadi berkah bagi jamaah haji. Rasa lelah ngantuk dan rasa hati lainnya merupakan sebuah bentuk ketaatan dan rasa syukur kita kepada Allah karena telah dilahirkan sebagai manusia yang wajib mengabdi kepadanya.
Perjalanan Armina hingga sekarang masih proses lempar jumroh merupakan kewajiban sebagai hamba sekali dalam hidup. Perjuangan Armina telah mengembalikan kesucian seseorang dari segala dosa manusia kepada Allah, mengembalikan mindset seseorang atas hakekat hidup di dunia, dimana Arafah Muzdalifah dan Mina merupakan gambaran manusia besok di hari akhir.
Baca Juga: Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Kesadaran memahami bahwa hidup itu harus beribadah, harta kita hanya titipan, jabatan harus dipertanggungjawabkan, kita harus beramal soleh sebagai bekal di akhirat harus semakin banyak, kita besok akan berjalan sendiri di Padang mahsyar dan tidak bisa meminta tolong atau menolong orang lain. Kesadaran tersebut membuat kita akan menjalani hidup selanjutnya dengan lebih baik.
Rahasia Haji Mabrur
Setelah melakukan Armina, seluruh jamaah haji telah kembali dalam kesucian. Disamping itu Semua jamaah haji memohon pada Allah untuk mendapatkan predikat haji mabrur.
Predikat haji Mabrur menjadi dambaan dan harapan semua orang, karena dengan haji mabrur Allah merubah sikap hidup kita untuk semakin giat mengabdi pada Allah swt, adapun tanda tanda haji mabrur adalah sebagai berikut:
Baca Juga: Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun
Pertama, Haji Mabrur sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah balasannya adalah Surga. Orang mendapatkan predikat Haji Mabrur maka dia melaksanakan haji karena memiliki niat yang lurus hanya karena Allah SWT.
Kedua, Makin rajin menuntut ilmu atau mengikuti pengajian.
Ketiga, Ibadahnya makin rajin, terutama shalat fardhu berjamaah di masjid.
Keempat, Berusaha menjauhkan diri dari perbuatan maksiat.
Kelima, Sabar dalam beribadah.
Keenam, Mencari Rizqi yang halal dan menjauhi subhat.
Ketujuh, Semakin gemar menafkahkan harta bendanya untuk berjuang di jalan Allah.
Artikel Terkait
Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun
Mengintip Situasi Akherat
Jangan Pernah Silau Dengan Harta dan Kekuasaan
Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan