Sebuah Refleksi Safari Wukuf Bagi Jamaah Haji
NAWACITAPOST.COM - Mulai kemarin, hari ini Jum'at para jamaah haji seluruh dunia sudah mulai berjalan menuju Arafah, dan hari ini hari Sabtu 15 Juni 2024, semua jamaah haji sudah berada di Arafah.
Perjalanan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) bagi sebagian orang mengatakan belajar menyusuri Padang Mahsyar di hari akhir kelak.
Pendapat tersebut kadang ada benarnya cuma yang membedakan kalau kita mau melaksanakan wukuf di Arafah hingga di Mina, kita bisa membawa dendeng ragi, rendang daging, sambel pecel, kering kentang, popmi, kopi sasetan bahkan C 1000. Namun besok ketika di hari akhir, manusia ke Padang Mahsyar tidak membawa apa-apa. Hanya amal baik yang pernah dilakukan yang akan menemani, menghalau panasnya matahari dan hausnya tenggorokan.
Baca Juga: Armina … Lelah Yang Penuh Berkah Allah!!
Persiapan Armina sebagai puncak ibadah haji adalah sebuah usaha bagaimana kita di Arafah dan Mina, memiliki bekal yang cukup biar tidak lapar dan haus walau disana disiapkan makanan snack dan minuman lainnya.
Untuk bermukim 4 sampai 5 hari di sana, bagi yang punya uang sudah siap bahan makanan mungkin lebih - lebih. Karena menyadari di sana tidak ada yang jualan kesukaan kita masing - masing, entah itu rokok, rendang atau mungkin sambel pecel.
Baca Juga: Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan
Sebagai latihan kelak di Padang Mahsyar, di Mina kita sudah disiapin tenda anti api, AC dan makanan yang cukup. Namun kita masih takut kalau nanti di sana yang kita makan tidak sesuai selera kita maka segala kesukaan menu dan kebutuhan pasti berusaha disiapkan sendiri. Itulah manusia yang selalu tidak bisa menerima apa yang diberikan Allah melalui panitia haji.
Perjalanan Armina hakekatnya adalah perjalanan suci dan melatih jiwa kita untuk melepas label keduniaan, mulai pangkat jabatan dan seluruh harta benda yang kita miliki. Hanya sehelai pakaian ihrom yang kita bawa sebagai bentuk kesederhanaan dan kesucian. wukuf dengan seragam kebesaran ihrom warna putih tidak berjahit merupakan simbol bagaimana kita akan menghadap Allah tanpa membawa apa-apa.
Baca Juga: Jangan Pernah Silau Dengan Harta dan Kekuasaan
Armina memberikan tuntunan bagaimana manusia menyadari bahwa kehidupan hanyalah perjalanan menuju ridlo Allah, sangat pendek dan terbatas. Maka kesombongan, keserakahan dan cinta dunia sangatlah tidak penting dihadapan Allah. Kita harus meyakini semua itu agar keimanan kita semakin tebal.
Maka bagi jamaah haji yang memahami hakekat wukuf, dia merasakan bahwa dirinya adalah orang yang banyak dosa, banyak salah, sombong, tidak berbakti pada orang tua dan sebagai Makhluq yang hina dihadapan Allah. Semua rasa itu menyadarkan kita pentingnya menjadi manusia yang selalu menghadirkan Allah ketika suka maupun duka.
Baca Juga: Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
Artikel Terkait
Mengokohkan Diri Sebagai Seorang Hamba Allah
Manusia ada Dalam Siklus Waktu, Maka Syukurilah.... !!
Jangan Pernah Lupa Allah Dalam Posisi Apapun
Menjelang Idul Fitri dan Kesedihan Hati
Mengintip Situasi Akherat
Mencari Berkah di Akhir Romadlon
Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!
Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan