Sabtu, 18 Juli 2026

Armina dan Padang Mahsyar

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 15 Juni 2024 | 17:42 WIB
Suasana jamaah haji Indonesia 2024 di Arafah  (Foto dokumen Kemenag tahun 2024)
Suasana jamaah haji Indonesia 2024 di Arafah (Foto dokumen Kemenag tahun 2024)

Sebuah Refleksi Safari Wukuf Bagi Jamaah Haji 

NAWACITAPOST.COM - Mulai kemarin, hari ini Jum'at para jamaah haji seluruh dunia sudah mulai berjalan menuju Arafah, dan hari ini hari Sabtu 15 Juni 2024, semua jamaah haji sudah berada di Arafah.

Perjalanan Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armina) bagi sebagian orang mengatakan belajar menyusuri Padang Mahsyar di hari akhir kelak.

Pendapat tersebut kadang ada benarnya cuma yang membedakan kalau kita mau melaksanakan wukuf di Arafah hingga di Mina, kita bisa membawa dendeng ragi, rendang daging, sambel pecel, kering kentang, popmi, kopi sasetan bahkan C 1000. Namun besok ketika di hari akhir, manusia ke Padang Mahsyar tidak membawa apa-apa. Hanya amal baik yang pernah dilakukan yang akan menemani, menghalau panasnya matahari dan hausnya tenggorokan.

Baca Juga: Armina … Lelah Yang Penuh Berkah Allah!!

Persiapan Armina sebagai puncak ibadah haji adalah sebuah usaha bagaimana kita di Arafah dan Mina, memiliki bekal yang cukup biar tidak lapar dan haus walau disana disiapkan makanan snack dan minuman lainnya. 

HM Basori, M.Si, penulis artikel (Foto istimewa )

Untuk bermukim 4 sampai 5 hari di sana, bagi yang punya uang sudah siap bahan makanan mungkin lebih - lebih. Karena menyadari di sana tidak ada yang jualan kesukaan kita masing - masing, entah itu rokok, rendang atau mungkin sambel pecel.

Baca Juga: Idul Fitri dan Sekolah Kehidupan

Sebagai latihan kelak di Padang Mahsyar, di Mina kita sudah disiapin tenda anti api, AC dan makanan yang cukup. Namun kita masih takut kalau nanti di sana yang kita makan tidak sesuai selera kita maka segala kesukaan menu dan kebutuhan pasti berusaha disiapkan sendiri. Itulah manusia yang selalu tidak bisa menerima apa yang diberikan Allah melalui panitia haji.

Perjalanan Armina hakekatnya adalah perjalanan suci dan melatih jiwa kita untuk melepas label keduniaan, mulai pangkat jabatan dan seluruh harta benda yang kita miliki. Hanya sehelai pakaian ihrom yang kita bawa sebagai bentuk kesederhanaan dan kesucian. wukuf dengan seragam kebesaran ihrom warna putih tidak berjahit merupakan simbol bagaimana kita akan menghadap Allah tanpa membawa apa-apa.

Baca Juga: Jangan Pernah Silau Dengan Harta dan Kekuasaan

Armina memberikan tuntunan bagaimana manusia menyadari bahwa kehidupan hanyalah perjalanan menuju ridlo Allah, sangat pendek dan terbatas. Maka kesombongan, keserakahan dan cinta dunia sangatlah tidak penting dihadapan Allah. Kita harus meyakini semua itu agar keimanan kita semakin tebal.

Maka bagi jamaah haji yang memahami hakekat wukuf, dia merasakan bahwa dirinya adalah orang yang banyak dosa, banyak salah, sombong, tidak berbakti pada orang tua dan sebagai Makhluq yang hina dihadapan Allah. Semua rasa itu menyadarkan kita pentingnya menjadi manusia yang selalu menghadirkan Allah ketika suka maupun duka.

Baca Juga: Idul Fitri Menyadarkan Diri Kita, Kalau Kita Bukan Siapa Siapa !!

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Sumber: HM Basori M.Si Direktur Sekolah Perubahan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengambil Hikmah Perjuangan Kader NU Ketika Di PPP

Selasa, 27 Agustus 2024 | 06:00 WIB

Makna Strategis Elektabilitas Dalam Pilkada Tahun 2024

Selasa, 13 Agustus 2024 | 15:47 WIB

Pentingnya Memahami Rekam Jejak Kandidat Bupati

Minggu, 11 Agustus 2024 | 20:27 WIB

Jangan Jadikan Uang Jadi Tuhanmu

Jumat, 9 Agustus 2024 | 08:43 WIB

Mewaspadai Oportunis Politik dalam Pilkada 2024

Kamis, 8 Agustus 2024 | 20:22 WIB